Industri Otomotif

Trump Marah Soal Rencana Penutupan Pabrik GM di AS

M. Bagus Rachmanto 28 November 2018 12:55 WIB
general motorsindustri otomotif
Trump Marah Soal Rencana Penutupan Pabrik GM di AS
Rencana penutupan pabrik General Motor di AS menuai kecaman. Carscoops
Amerika Serikat: Kabar mengenai rencana penutupan lima pabrik General Motors di Amerika Serikat (AS), dan pemangkasan tenaga kerja menuai tangagapan dari berbagai pihak.  

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, adalah orang pertama yang memberikan tanggapan lewat unggahan di akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Trudeau menyatakan kekecewaannya terhadap CEO GM, Mary Barra atas penutupan pabrik Pabrik Oshawa di Ontario, Kanada.

“Pekerja GM telah menjadi bagian dari hati dan jiwa Oshawa selama beberapa generasi, dan kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu keluarga yang terkena dampak penutupan ini," ungkap Trudeau, mengutip dari Carscoops.


Tak hanya Trudeau, Presiden AS Donald Trump juga memberikan tanggapan yang sama melalui akun Twitter pribadinya. Trump menyampaikan kekecewaannya atas keputusan GW yang ingin menutup pabrikan secara besar-besaran. 

“Sangat kecewa dengan General Motors dan CEO mereka, Mary Barra, karena menutup pabrik di Ohio, Michigan, dan Maryland. Di Meksiko dan Tiongkok tidak ditutup, padahal AS telah menyelamatkan General Motors, dan ini balasan terima kasihnya!,” kata Trump.

Belum cukup sampai di situ, Trump juga mengancam untuk memotong semua subsidi GM, termasuk untuk kendaraan listrik. Jika ini terjadi, itu bisa menjadi bencana bagi perusahaan yang memiliki rencana untuk memperkenalkan setidaknya 20 kendaraan listrik baru pada 2023. 

“General Motors melakukan taruhan besar dengan membangun pabrik di Tiongkok, tahun lalu ketika mereka membangun pabrik di sana dan di Meksiko, saya tidak berpikir taruhan itu akan terbayar. Saya di sini untuk melindungi Pekerja Amerika!,” sambung Trump.

Pihak lain yang marah dan memberikan tanggapannya adalah The Union (serikat pekerja). "Keputusan General Motors untuk menghentikan produksi di pabrik perakitan di Lordstown, Ohio, Hamtramck dan Michigan akan menambah jumlah pengangguran hingga ribuan pekerja, dan tidak akan pergi tanpa tantangan," ungkap UAW Vice President, Terry Dittes. 

Serikat pekerja mengatakan, dengan berhentinya produksi Chevrolet Blazer dan Buick Envision di pabrik GM di AS, maka kemungkinannya akan dialihkan ke pabrik GM di Meksiko dan Tiongkok.

GM menanggapi dengan pernyataan singkat. "Kami berkomitmen untuk mempertahankan kehadiran manufaktur yang kuat di AS". GM mengatakan semua rencana dan keputusannya itu tak lain demi kepentingan masa depan perusahaan, dan memposisikannya untuk kesuksesan jangka panjang sehingga dapat mempertahankan dan menciptakan lapangan pekerjaan di AS.

Menurut GM, pekerja pabrik akan memiliki opsi dipindahkan ke pabrik lain di mana yang diklaim sukses dalam memproduksi model crossover dan SUV. GM melanjutkan dengan mengatakan untuk menambah pekerjaan teknis dan rekayasa baru untuk mendukung kendaraan listrik dan otonom di masa depan.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id