Salah satu pabrik Nissan di Sunderland Inggris yang memproduksi Nissan Juke. Nissan
Salah satu pabrik Nissan di Sunderland Inggris yang memproduksi Nissan Juke. Nissan

Industri Otomotif

Brexit Resmi Belaku, Investasi Otomotif Inggris Anjlok

Otomotif industri otomotif brexit
Ekawan Raharja • 02 Februari 2020 10:04
London: Inggris resmi keluar dari keanggotaan Inggris per 31 Januari 2020, dan gerakan ini terkenal dengan nama British Exit (Brexit). Langkah politik ini jelas memberikan dampak ke berbagai sektor kehidupan di Negeri Ratu Elizabeth II tersebut, termasuk otomotif yang menjadi salah satu industri terbesar mereka.
 
Langkah Brexit ini membuat manufaktur mobil di Inggris menyentuh titik terendah sejak 2010, dan penurunan terjadi dalam tiga tahun beruntun mencapai 14,2 persen, dan kini menjadi 1,3 juta unit di akhir 2019. Data ini diungkapkan asosiasi otomotif Society of Motor Manufacturers (SMMT) yang menaungi otomotif di Inggris.
 
Disebutkan lebih rinci bahwa produksi mobil untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri menurun 12,3 persen menjadi 247.138 unit. Bahkan untuk ekspor juga mengalami penurunan lebih parah, mencapai 14,7 persen atau kini sekitar 1,055,997 mobil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan prediksi dari analis independen, AutoAnalysis, menyebutkan bahwa kondisi di 2020 tidak akan mengalami keadaan positif dengan ada Brexit. Hasil prediksi yang dilakukan per November 2019, diperkirakan pasar 2020 akan kembali mengalami penurunan dari 1,32 juta unit menjadi 1,27 juta unit.
 
"Jatuhnya manufaktur mobil Inggris ke tingkat terendah dalam hampir satu dekade adalah keprihatinan serius," ungkao CEO SMMT, Mike Hawes, dikutip dari Automotive Logistics.
 
Dia juga menyebutkan penurunan ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti kepercayaan konsumen yang melemah efek Brexit. Kemudian permintaan dari pasar ekspor yang turun seperti Tiongkok yang menjadi pasar ekspor Inggris turun hingga 25 persen, dan efek pelarangan mesin diesel di Eropa.
 
Kemudian jangan lupakan beberapa pabrik yang akan ditutup, meski kemudian di tunda. Tentu akan memiliki efek terhadap industri otomotif Inggris.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif