medcom.id, Bekasi: Di industri otomotif kita mengenal dua jenis mesin yakni mesin bensin dan diesel. Di negara-negara Eropa penggunaan mesin diesel masih banyak dipakai untuk mobil penumpang. Berbeda di Indonesia, mesin bensin mendominasi mobil pribadi atau jenis penumpang/pasengger car.
Sementara untuk mobil komersial/truk yang ada di Indonesia di dominasi mesin diesel. Namun, menurut Sales Support Departemen Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Reiner Tandiono, ada alasan tersendiri kenapa kebanyakan pabrikan tidak memproduksi mobil komersial/truk bermesin bensin.
"Mesin diesel mempunyai efisiensi panas yang lebih besar. Hal ini berarti penggunaan bahan bakarnya lebih ekonomis dari pada mesin bensin," kata Reiner saat berbincang dengan Meterotvnews.com, di acara Isuzu Diesel Academy, di markas Isuzu, Pondok Ungu, Bekasi Barat, Rabu (20/9/2017).
Selain itu mesin diesel diklaim lebih tahan lama dan tidak memerlukan electrick igniter/busi. Artinya kemungkinan kesulitan lebih kecil dibanding mesin bensin. Momen pada mesin diesel juga tidak berubah pada jenjang tingkat kecepatan yang luas.
Meski suara dan getaran mesin diesel lebih besar, tekanan pembakarannya dua kali mesin bensin. Karena itu mesin diesel wajib mempunyai struktur dan dibuat dari bahan yang sangat kuat. Tujuannya agar tahan terhadap tekanan tinggi.
"Bisa dibilang mobil komersial atau truk angkutan barang di Indonesia semuanya bermesin diesel. Ini tidak terlepas dari faktor efisiensi baik dalam hal operasional dan perawatan yang menjadi pertimbangan utama para pengusaha."
medcom.id, Bekasi: Di industri otomotif kita mengenal dua jenis mesin yakni mesin bensin dan diesel. Di negara-negara Eropa penggunaan mesin diesel masih banyak dipakai untuk mobil penumpang. Berbeda di Indonesia, mesin bensin mendominasi mobil pribadi atau jenis penumpang/
pasengger car.
Sementara untuk mobil komersial/truk yang ada di Indonesia di dominasi mesin diesel. Namun, menurut Sales Support Departemen Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Reiner Tandiono, ada alasan tersendiri kenapa kebanyakan pabrikan tidak memproduksi mobil komersial/truk bermesin bensin.

"Mesin diesel mempunyai efisiensi panas yang lebih besar. Hal ini berarti penggunaan bahan bakarnya lebih ekonomis dari pada mesin bensin," kata Reiner saat berbincang dengan Meterotvnews.com, di acara Isuzu Diesel Academy, di markas Isuzu, Pondok Ungu, Bekasi Barat, Rabu (20/9/2017).
Selain itu mesin diesel diklaim lebih tahan lama dan tidak memerlukan
electrick igniter/busi. Artinya kemungkinan kesulitan lebih kecil dibanding mesin bensin. Momen pada mesin diesel juga tidak berubah pada jenjang tingkat kecepatan yang luas.

Meski suara dan getaran mesin diesel lebih besar, tekanan pembakarannya dua kali mesin bensin. Karena itu mesin diesel wajib mempunyai struktur dan dibuat dari bahan yang sangat kuat. Tujuannya agar tahan terhadap tekanan tinggi.
"Bisa dibilang mobil komersial atau truk angkutan barang di Indonesia semuanya bermesin diesel. Ini tidak terlepas dari faktor efisiensi baik dalam hal operasional dan perawatan yang menjadi pertimbangan utama para pengusaha."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)