Lahir di AMMDes, bayi ini diberi nama dengan Amdes atau Ahmad Deswanto. Istimewa
Lahir di AMMDes, bayi ini diberi nama dengan Amdes atau Ahmad Deswanto. Istimewa

Angkutan Multiguna Pedesaan

Lahir di AMMDes, Bayi ini Diberi Nama Amdes

Otomotif peristiwa unik AMMDes
Ahmad Garuda • 27 September 2019 12:54
Jakarta: Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang selama ini cenderung kurang tenar, ternyata membuktikan kemampuannya. AMMDes yang berbentuk mobil serbaguna yang sudah dirakit dengan aplikasi ambulance feeder, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten.
 
Contohnya, Paini (ibu berusia 27 tahun) yang melahirkan anaknya dengan selamat di dalam AMMDes tersebut. Lantaran lahir di mobil tersebut, sang ibu pun memberi nama anaknya dengan Amdes atau Ahmad Deswanto.
 
“Pada Rabu (25/9) kemarin, ibu Paini yang sedang hamil tua, telah melahirkan di dalam AMMDes sebelum mencapai Puskesmas Kecamatan. Alhamdulillah, si ibu dan bayi selamat,” ungkap Anggota Dewan Penasehat USAID, Irwan Julianto, menceritakan melalui akun media sosialnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lahir di AMMDes, Bayi ini Diberi Nama Amdes
 
Menurut Irwan, AMMDes ambulance feeder yang menjadi proyek percontohan tersebut, dinilai bisa menekan angka kematian ibu dan bayi. Sebab, di Kabupaten Lebak, masih ada belasan desa yang akses jalannya buruk dan berbatu-batu sehingga sulit dijangkau dengan mobil ambulans konvesional.
 
“Selama ini, ibu yang sedang hamil tua biasanya ditandu untuk menuju ke fasilitas kesehatan. Dengan AMMDes ambulance feeder ini, dapat membawa ibu hamil tua ke Puskesmas kecamatan atau rumah sakit kabupaten,” paparnya.
 
Selain itu, yang menariknya juga, Irwan menyampaikan bahwa bayi yang lahir itu dinamakan Amdes atau akronim dari Ahmad Deswanto. Dari laporan yang diterima, bayi yang lahir pada pukul 12.11 WIB itu memiliki berat badan 3,2 kg dan tinggi 47 cm.
 
Mengetahui adanya informasi tersebut, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengaku terharu. Selain itu juga dirinya merasa bangga karena AMMDes benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan.
 
“Pengembangan AMMDes ambulance feeder ini memang bertujuan agar bisa membantu masyarakat pedesaan dalam upaya pelayanan transportasi kesehatan. Semoga ini juga bisa dimanfaatkan di daerah-daerah lainnya,” kata Putu di Jakarta, Jumat (27/9).
 
Lahir di AMMDes, Bayi ini Diberi Nama Amdes
 
Pada Juli lalu, Kemenperin bersama Pemerintah Kabupaten Lebak, USAID Jalin, PT. Samudera Marine Indonesia, PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia dan PT. Kreasi Mandiri Wintor Distributor telah menandatangani kerja sama untuk program “Pilot Project Peningkatan Pelayanan Transportasi Rujukan Kesehatan melalui pemanfaatan AMMDes Pengumpan Ambulans” di Lebak, Banten.
 
“Program pilot project itu sebagai wujud nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program Jemput Antar Ibu Hamil dan Bersalin Bermasalah (Jamilah) yang diperkenalkan sejak tahun 2017,” ujar Putu. Tujuannya juga untuk memperkuat keterlibatan antara ibu hamil dengan relawan Jamilah.
 
“Kami terus mengajak semua pemangku kepentingan agar dapat berkontribusi aktif dan berkomitmen mendukung perluasan pemanfaatan dan pengembangan implementasi AMMDes dalam meningkatkan kegiatan usaha atau produktivitas serta meningkatkan pelayanan masyarakat desa,” imbuhnya.
 
Putu optimistis, pemanfaatan AMMDes ambulance feeder mampu mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak sebagai dampak dari kondisi jalan-jalan desa yang minim infrastruktur dan topografi yang berbukit sehingga sulit dijangkau oleh kendaraan umumnya.
 
“AMMDes ini dilengkapi defential lock dengan ban yang bisa disesuaikan dengan medan jalannya, sehingga tidak selip untuk menempuh medan ekstrim dan infarstruktur minim,” ungkapnya.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif