Suasana IIMS 2025. Dyandra Promosindo
Suasana IIMS 2025. Dyandra Promosindo

IIMS 2026 Targetkan Nilai Transaksi Rp8 Triliun

Ekawan Raharja • 28 Januari 2026 07:51
Ringkasnya gini..
  • IIMS 2026 digelar 5–15 Februari di Kemayoran dan menargetkan transaksi Rp8 triliun.
  • Target tersebut diupayakan menyamai capaian 2025 meski pasar otomotif tahun lalu menurun.
  • IIMS diharapkan menjadi stimulus awal tahun bagi industri otomotif dan sektor pendukung.
Jakarta: Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 siap diselenggarakan pada 5-15 Februari 2026 di Kemayoran Jakarta Pusat. Tidak tanggung-tanggung, acara tahunan ini menargetkan bisa mencapai prestasi yang sama di tahun lalu.
 
Prestasi yang dimaksud adalah nilai transaksi dan jumlah pengunjung. Project Manager IIMS 2026, Rudi MF, berharap bisa mencapai nilai transaksi yang sama seperti tahun lalu.
 
“Kita targetnya Rp8 triliun total transaksi kita upayakan di tahun ini. Optimistis, karena jumlah barangnya makin banyak.” ujar Rudi MF pada Selasa (27-1-2026) di Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Optimisme ini tidak terlepas dari semakin banyaknya merek yang berpartisipasi dan produk pendukung diyakini dapat mendorong minat beli pengunjung. Namun di sisi lain, kondisi pasar otomotif sepanjang 2025 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Komponen di Kendaraan Ini, Wajib Dicek Usai Libas Banjir


Oleh karena itu, Dyandra Promosindo selaku penyelenggara mengambil pendekatan yang realistis dengan harapan capaian transaksi IIMS 2026 setidaknya dapat menyamai hasil tahun lalu.
 
“Kalau lihat 2025 kan pasar turun dibanding 2024. Sebetulnya kita harapannya yang realistis minimal sama (capaian transaksi) seperti tahun lalu.” jelasnya.
 
Lebih jauh, Rudi menekankan bahwa peran IIMS tidak hanya diukur dari nilai transaksi semata, tetapi juga sebagai pemicu pergerakan industri otomotif secara keseluruhan. Sebagai pameran yang digelar di awal tahun, IIMS diharapkan mampu menjadi stimulus bagi pelaku industri, mulai dari produsen, distributor, hingga sektor pendukung lainnya.
 
“Yang paling penting karena ini awal tahun, mudah-mudahan ini jadi stimulus buat industri ke belakangnya. Kalau di sini baik, ke depannya terus baik,” tutup Rudi. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan