Taksi Green SM yang tertabrak kereta di Bekasi Timur. Istimewa.
Taksi Green SM yang tertabrak kereta di Bekasi Timur. Istimewa.

Terlibat Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Sopir Taksi Green SM Dapat Pelatihan Satu Hari

Ekawan Raharja • 11 Mei 2026 16:49
Ringkasnya gini..
  • Sopir taksi listrik Green SM yang tertabrak kereta di Bekasi baru tiga hari bekerja saat insiden terjadi.
  • Polisi menyebut pengemudi hanya mendapat pelatihan dasar mobil listrik selama satu hari sebelum bertugas.
  • Penyebab mobil berhenti di rel masih diselidiki, termasuk dugaan pengaruh medan magnet dan listrik.
DKI Jakarta: Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang terlibat kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur pada Senin (27/4) baru masuk kerja hari ketiga saat insiden.
 
“Dari hasil keterangan driver atau pun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi dikutip dari Antara.
 
Saat diperiksa, RRP mengaku hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut pun hanya sebatas pengenalan fitur dasar mobil listrik.

"Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” kata Budi.

Baca Juga:
Cek Cicilan Kredit Jetor T2, Mulai dari Rp12 Jutaan


Terkait insiden kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur, pada Senin (27/4), Budi sudah mendengar kronologi dari RRP.
 
"Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir," kata Budi dikutip dari Antara.
 
Kemudian, Budi menjelaskan sopir mencoba untuk mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil. "Sehingga sopir bisa keluar selamat dari kendaraan itu dibantu oleh warga sekitar melalui jendela mobil bagian sopir," kata Budi.
 
Kemudian saat dikonfirmasi terkait penyebab kendaraan tersebut berhenti atau mati, Budi menyebutkan hal tersebut masih dilakukan pendalaman.
 
"Ini masih didalami. Apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online. Ini masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel," lanjut Budi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan