Jakarta – Biaya transportasi harian memang jadi isu besar kaum pekerja yang beraktifitas di kota-kota besar. Beberapa pabrikan pun mendorong konsumen di Indonesia untuk lebih cermat dalam memperhatikan efisiensi energi di kendaraan tanpa mengurangi kenyamanan maupun keleluasaan perjalanan.
Menanggapi tren tersebut, Chery Indonesia memperkenalkan lini kendaraan dengan efisiensi pengeluaran operasional lewat inovasi Chery Super Hybrid (CSH). Teknologi ini memungkinkan biaya penggunaan energi ditekan hingga Rp13 ribuan untuk mobilitas rutin per hari 40 kilometer, sembari tetap menjamin daya jelajah maksimum melewati angka 1.200 kilometer.
Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania mengatakan bahwa di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap biaya mobilitas, mereka ingin berkontribusi dalam menghadirkan solusi efisiensi. Tentunya tanpa mengurangi kenyamanan dan fleksibilitas berkendara.
"Melalui pilihan lini kendaraan hybrid, Kami menghadirkan manfaat elektrifikasi seperti efisiensi energi terukur, pengalaman berkendara halus, serta daya jelajah lebih panjang untuk memberikan rasa tenang di perjalanan. Ini menjadi komitmen Kami untuk menghadirkan mobilitas yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Budi melalui keterangan resminya.
Baca Juga:
Cek Daftar Harga Mobil PHEV per Juni 2026
Komitmen tersebut dihadirkan melalui teknologi yang disesuaikan dengan pola mobilitas masyarakat Indonesia. Pada lini CSH, konsumen dapat melihat manfaat efisiensi secara lebih nyata melalui simulasi biaya energi untuk penggunaan harian.
Pendekatan ini memudahkan konsumen dapat memahami keuntungan elektrifikasi, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan keluarga yang membutuhkan fleksibilitas jarak tempuh. Berdasarkan simulasi dengan asumsi harga bahan bakar Rp16.250 per liter dan tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh, Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH sebagai mobil PHEV.
Melalui pendekatan ini, pengguna dapat menikmati efisiensi berkendara layaknya kendaraan listrik untuk aktivitas harian, sekaligus tetap memiliki fleksibilitas daya jelajah saat melakukan perjalanan luar kota bersama keluarga.
Pada skenario weekday EV, perjalanan harian pulang-pergi sejauh 40 kilometer dapat dilakukan dengan mode listrik, dengan estimasi biaya energi sekitar Rp13.878 per hari untuk Tiggo 8 CSH dan Rp13.073 per hari untuk Tiggo 9 CSH.
Untuk skenario weekend hybrid, perjalanan luar kota sejauh 240 kilometer membutuhkan biaya energi sekitar Rp159.513 pada Tiggo 8 CSH. Sementara pada Tiggo 9 CSH, dengan memanfaatkan pengisian daya berkala di tengah perjalanan (setiap 120 km).
Baca Juga:
Intip Diskon Motor Listrik Honda di PRJ 2026
Seluruh jarak akhir pekan tersebut dapat ditempuh murni menggunakan mode listrik tanpa konsumsi bensin sama sekali, sehingga biayanya sangat hemat hanya Rp78,462. Dalam simulasi penggunaan 1.200 kilometer per bulan, total biaya energi Tiggo 8 CSH diperkirakan sekitar Rp568.909, sedangkan Tiggo 9 CSH sekitar Rp392.199.
Dibandingkan kendaraan bensin konvensional dengan biaya sekitar Rp1.397.500 per bulan, potensi penghematan mencapai Rp828.591 untuk Tiggo 8 CSH dan Rp1.005.301 untuk Tiggo 9 CSH.
Sementara itu, Tiggo Cross CSH sebagai model HEV dengan konsumsi bahan bakar sekitar 20 km/liter atau biaya penggunaan sekitar Rp812,5 per kilometer. Untuk perjalanan harian 40 kilometer, biaya energi Tiggo Cross CSH sekitar Rp32.500 per hari, sedangkan untuk 60 kilometer sekitar Rp48.750 per hari.
Dalam penggunaan 1.200 kilometer per bulan, biaya BBM diperkirakan sekitar Rp975.000, atau lebih hemat sekitar Rp422.500 dibandingkan kendaraan bensin konvensional. Melengkapi lini HEV tersebut, model C5 CSH menawarkan tingkat efisiensi yang semakin optimal dengan pencapaian konsumsi bahan bakar hingga 20,4 km/liter.
Baca Juga:
Usai Menang di Estoril, Kiandra Ramadhipa Alihkan Fokus ke Jerez
Estimasi biaya untuk perjalanan harian 40 kilometer menggunakan C5 CSH hanya sekitar Rp31.863 per hari, dan untuk jarak 60 kilometer memakan biaya sekitar Rp47.794 per hari. Jika diakumulasikan dalam penggunaan 1.200 kilometer per bulan, biaya operasional BBM C5 CSH berada di angka Rp955.882, memberikan potensi penghematan maksimal hingga Rp441.618 dibandingkan dengan kendaraan bensin ICE kompetitor sekelasnya.
"Melalui teknologi ini, Kami ingin menunjukkan bahwa efisiensi dan fleksibilitas dapat berjalan beriringan. Konsumen memiliki kebebasan memilih antara kendaraan yang hemat atau kendaraan yang mampu mendukung berbagai kebutuhan perjalanan. Kami menghadirkan teknologi yang memungkinkan keduanya hadir dalam satu pengalaman berkendara."
Jakarta – Biaya
transportasi harian memang jadi isu besar kaum pekerja yang beraktifitas di kota-
kota besar. Beberapa pabrikan pun mendorong konsumen di Indonesia untuk lebih cermat dalam memperhatikan efisiensi energi di kendaraan tanpa mengurangi kenyamanan maupun keleluasaan perjalanan.
Menanggapi tren tersebut,
Chery Indonesia memperkenalkan lini kendaraan dengan efisiensi pengeluaran operasional lewat inovasi Chery Super Hybrid (CSH). Teknologi ini memungkinkan biaya penggunaan energi ditekan hingga Rp13 ribuan untuk mobilitas rutin per hari 40 kilometer, sembari tetap menjamin daya jelajah maksimum melewati angka 1.200 kilometer.
Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania mengatakan bahwa di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap biaya mobilitas, mereka ingin berkontribusi dalam menghadirkan solusi efisiensi. Tentunya tanpa mengurangi kenyamanan dan fleksibilitas berkendara.
"Melalui pilihan lini kendaraan hybrid, Kami menghadirkan manfaat elektrifikasi seperti efisiensi energi terukur, pengalaman berkendara halus, serta daya jelajah lebih panjang untuk memberikan rasa tenang di perjalanan. Ini menjadi komitmen Kami untuk menghadirkan mobilitas yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Budi melalui keterangan resminya.
Komitmen tersebut dihadirkan melalui teknologi yang disesuaikan dengan pola mobilitas masyarakat Indonesia. Pada lini CSH, konsumen dapat melihat manfaat efisiensi secara lebih nyata melalui simulasi biaya energi untuk penggunaan harian.
Pendekatan ini memudahkan konsumen dapat memahami keuntungan elektrifikasi, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan keluarga yang membutuhkan fleksibilitas jarak tempuh. Berdasarkan simulasi dengan asumsi harga bahan bakar Rp16.250 per liter dan tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh, Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH sebagai mobil PHEV.
Melalui pendekatan ini, pengguna dapat menikmati efisiensi berkendara layaknya kendaraan listrik untuk aktivitas harian, sekaligus tetap memiliki fleksibilitas daya jelajah saat melakukan perjalanan luar kota bersama keluarga.
Pada skenario weekday EV, perjalanan harian pulang-pergi sejauh 40 kilometer dapat dilakukan dengan mode listrik, dengan estimasi biaya energi sekitar Rp13.878 per hari untuk Tiggo 8 CSH dan Rp13.073 per hari untuk Tiggo 9 CSH.
Untuk skenario weekend hybrid, perjalanan luar kota sejauh 240 kilometer membutuhkan biaya energi sekitar Rp159.513 pada Tiggo 8 CSH. Sementara pada Tiggo 9 CSH, dengan memanfaatkan pengisian daya berkala di tengah perjalanan (setiap 120 km).
Seluruh jarak akhir pekan tersebut dapat ditempuh murni menggunakan mode listrik tanpa konsumsi bensin sama sekali, sehingga biayanya sangat hemat hanya Rp78,462. Dalam simulasi penggunaan 1.200 kilometer per bulan, total biaya energi Tiggo 8 CSH diperkirakan sekitar Rp568.909, sedangkan Tiggo 9 CSH sekitar Rp392.199.
Dibandingkan kendaraan bensin konvensional dengan biaya sekitar Rp1.397.500 per bulan, potensi penghematan mencapai Rp828.591 untuk Tiggo 8 CSH dan Rp1.005.301 untuk Tiggo 9 CSH.
Sementara itu, Tiggo Cross CSH sebagai model HEV dengan konsumsi bahan bakar sekitar 20 km/liter atau biaya penggunaan sekitar Rp812,5 per kilometer. Untuk perjalanan harian 40 kilometer, biaya energi Tiggo Cross CSH sekitar Rp32.500 per hari, sedangkan untuk 60 kilometer sekitar Rp48.750 per hari.
Dalam penggunaan 1.200 kilometer per bulan, biaya BBM diperkirakan sekitar Rp975.000, atau lebih hemat sekitar Rp422.500 dibandingkan kendaraan bensin konvensional. Melengkapi lini HEV tersebut, model C5 CSH menawarkan tingkat efisiensi yang semakin optimal dengan pencapaian konsumsi bahan bakar hingga 20,4 km/liter.
Estimasi biaya untuk perjalanan harian 40 kilometer menggunakan C5 CSH hanya sekitar Rp31.863 per hari, dan untuk jarak 60 kilometer memakan biaya sekitar Rp47.794 per hari. Jika diakumulasikan dalam penggunaan 1.200 kilometer per bulan, biaya operasional BBM C5 CSH berada di angka Rp955.882, memberikan potensi penghematan maksimal hingga Rp441.618 dibandingkan dengan kendaraan bensin ICE kompetitor sekelasnya.
"Melalui teknologi ini, Kami ingin menunjukkan bahwa efisiensi dan fleksibilitas dapat berjalan beriringan. Konsumen memiliki kebebasan memilih antara kendaraan yang hemat atau kendaraan yang mampu mendukung berbagai kebutuhan perjalanan. Kami menghadirkan teknologi yang memungkinkan keduanya hadir dalam satu pengalaman berkendara."
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)