Jakarta: Aston Martin Jakarta akhirnya menampilkan Aston Martin DBS superleggera yang merupakan flagship model atau model tertinggi. Mobil ini hadir siap menggoda para crazy rich Indonesian yang ingin menambah koleksi mobil digarasinya.
General Manager Aston Martin South and South East Asia, Nancy Chen, mengatakan DBS Superleggera merupakan perwujudan ambisi Aston Martin sebagai bagian dari strategi transformasi Second Century Plan. Dia yakin pula mobil ini bisa diterima dengan baik oleh konsumen yang ada di Indonesia.
"Selama ini pelanggan Aston Martin di Indonesia selalu sangat suportif, oleh karena itu saya yakin bahwa peluncuran DBS Superleggera akan mendapatkan sambutan baik di negara ini dan semakin meningkatkan pertumbuhan penjualan serta memperluas basis pelanggan Aston Martin di negara yang indah ini,” ungkap Nancy Chen melalui keterangan resminya.
DBS Superleggera merupakan salah satu Super GT yang Diciptakan dengan rangka berbahan dasar serat karbon dan dipadukan tampilan gagah dan stylish. Tidak hanya itu saja, mobil ini juga ditunjang dengan performa yang kuat serta siap memacu adrenalin.
Di balik kap mesin, terbaring 5.2 liter twin turbo V12 dengan tenaga 725 ps dan torsi 900 nm. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis delapan kecepatan ZF. Catatan akselerasi 0-100 kilometer per jam cukup 3,3 detik sehingga akhirnya kecepatan puncak di 339 kilometer per jam.
Kemudian DBS Superleggera tetap mengusung ciri khas hardest hitting khas model flagship Aston Martin. Kombinasi rangka besar, berpadu ditambah lekukan aerodinamis mobil yang mampu mengalirkan udara dengan sangat baik saat mobil dipakai berkendara di jalan.
Inovasi konsep aerodinamis pertama kali dilakukan oleh Aston Martin pada DB11, seperti curlicue dan aeroblade mobil, kemudian berlanjut lebih jauh pada double diffuser yang terinsinpirasi dari mobil Formula One (F1). Dengan berat downforce 180 kg pada VMAX, DBS Superleggera menjadi model Aston Martin dengan figur tertinggi.
Sistem peredam di dalam mobil mengandalkan struktur aluminium ikatan ringan generasi terbaru yang pertama kali dipakai oleh Aston Martin pada DB11, dengan double wishbones buatan di bagian depan, dan sistem multi-link di bagian belakang. DBS Superleggera juga memiliki sensor yang mampu mendeteksi kondisi lingkungan berkendara.
Mobil bermerek asal Inggris ini 3 pilihan mode berkendara, yaitu GT, Sport, dan Sport Plus. Opsi tersebut dapat dipilih oleh pengemudi untuk mengintensifkan atau melonggarkan respons DBS Superleggera sesuai dengan kebutuhan pengemudi.
Sebagai model paling tinggi yang dimiliki Aston Martin, DBS Superleggera memiliki personalisasi yang cukup banyak. Mulai dari bahan jok, desain pelek, sampai kepada pemilihan desain interior trim yang disesuaikan dengan pemilik mobil.
Penumpang dapat menikmati standar fitur mulai dari keyless entry, sistem pemantauan tekanan ban dan kamera 360 derajat yang akan memandu pengendara saat parkir. Pada sistem audio, didukung DAB plus audio Bluetooth dan streaming telepon, iPod, iPhone serta USB playback.
Model ini juga memiiki sistem navigasi satelit terintegrasi dan wi-fi hub. Semua sistem infotainmen dalam mobil dapat dikendalikan melalui LCD Screen sebaga central dial.
Sayangnya Aston Martin Jakarta tidak mengumumkan berapa banderol untuk mobil terbarunya ini. Cuma yang pasti, mobil ini bisa menjadi pilihan bagi anda yang inginkan perpaduan kemewahan dan tenaga berlimpah seperti Bentley Continental GT, Ferrari 812 Superfast, atau Mercedes-AMG S65 Coupe.
Jakarta: Aston Martin Jakarta akhirnya menampilkan Aston Martin DBS superleggera yang merupakan flagship model atau model tertinggi. Mobil ini hadir siap menggoda para crazy rich Indonesian yang ingin menambah koleksi mobil digarasinya.
General Manager Aston Martin South and South East Asia, Nancy Chen, mengatakan DBS Superleggera merupakan perwujudan ambisi Aston Martin sebagai bagian dari strategi transformasi Second Century Plan. Dia yakin pula mobil ini bisa diterima dengan baik oleh konsumen yang ada di Indonesia.
"Selama ini pelanggan Aston Martin di Indonesia selalu sangat suportif, oleh karena itu saya yakin bahwa peluncuran DBS Superleggera akan mendapatkan sambutan baik di negara ini dan semakin meningkatkan pertumbuhan penjualan serta memperluas basis pelanggan Aston Martin di negara yang indah ini,” ungkap Nancy Chen melalui keterangan resminya.
DBS Superleggera merupakan salah satu Super GT yang Diciptakan dengan rangka berbahan dasar serat karbon dan dipadukan tampilan gagah dan stylish. Tidak hanya itu saja, mobil ini juga ditunjang dengan performa yang kuat serta siap memacu adrenalin.
Di balik kap mesin, terbaring 5.2 liter twin turbo V12 dengan tenaga 725 ps dan torsi 900 nm. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis delapan kecepatan ZF. Catatan akselerasi 0-100 kilometer per jam cukup 3,3 detik sehingga akhirnya kecepatan puncak di 339 kilometer per jam.
Kemudian DBS Superleggera tetap mengusung ciri khas hardest hitting khas model flagship Aston Martin. Kombinasi rangka besar, berpadu ditambah lekukan aerodinamis mobil yang mampu mengalirkan udara dengan sangat baik saat mobil dipakai berkendara di jalan.
Inovasi konsep aerodinamis pertama kali dilakukan oleh Aston Martin pada DB11, seperti curlicue dan aeroblade mobil, kemudian berlanjut lebih jauh pada double diffuser yang terinsinpirasi dari mobil Formula One (F1). Dengan berat downforce 180 kg pada VMAX, DBS Superleggera menjadi model Aston Martin dengan figur tertinggi.
Sistem peredam di dalam mobil mengandalkan struktur aluminium ikatan ringan generasi terbaru yang pertama kali dipakai oleh Aston Martin pada DB11, dengan double wishbones buatan di bagian depan, dan sistem multi-link di bagian belakang. DBS Superleggera juga memiliki sensor yang mampu mendeteksi kondisi lingkungan berkendara.
Mobil bermerek asal Inggris ini 3 pilihan mode berkendara, yaitu GT, Sport, dan Sport Plus. Opsi tersebut dapat dipilih oleh pengemudi untuk mengintensifkan atau melonggarkan respons DBS Superleggera sesuai dengan kebutuhan pengemudi.
Sebagai model paling tinggi yang dimiliki Aston Martin, DBS Superleggera memiliki personalisasi yang cukup banyak. Mulai dari bahan jok, desain pelek, sampai kepada pemilihan desain interior trim yang disesuaikan dengan pemilik mobil.
Penumpang dapat menikmati standar fitur mulai dari keyless entry, sistem pemantauan tekanan ban dan kamera 360 derajat yang akan memandu pengendara saat parkir. Pada sistem audio, didukung DAB plus audio Bluetooth dan streaming telepon, iPod, iPhone serta USB playback.
Model ini juga memiiki sistem navigasi satelit terintegrasi dan wi-fi hub. Semua sistem infotainmen dalam mobil dapat dikendalikan melalui LCD Screen sebaga central dial.
Sayangnya Aston Martin Jakarta tidak mengumumkan berapa banderol untuk mobil terbarunya ini. Cuma yang pasti, mobil ini bisa menjadi pilihan bagi anda yang inginkan perpaduan kemewahan dan tenaga berlimpah seperti Bentley Continental GT, Ferrari 812 Superfast, atau Mercedes-AMG S65 Coupe.
(UDA)