Uji coba jalan Bio solar 40 oleh Kementerian ESDM. Kementerian ESDM
Uji coba jalan Bio solar 40 oleh Kementerian ESDM. Kementerian ESDM

Bahan Bakar

Uji Jalan B40 Ditargetkan Selesai Desember 2022

Ekawan Raharja • 28 September 2022 11:00
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini diketahui sedang melakukan uji coba jalan untuk bahan bakar biosolar 40 (B40). Mereka pun berharap uji coba ini berjalan lancar dan bisa dirampungkan pada Desember 2022.
 
"Road Test B40 ditargetkan selesai di Desember 2022, uji jalan ini untuk menghasilkan rekomendasi teknis kebijakan implementasi B40," tutur Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Edi Wibowo, dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM.
 
Edi menambahkan road test B40 tersebut dilakukan melalui 2 tahap pengujian jenis campuran bahan bakar yakni, B30D10 dengan formula campuran 30 persen Biodiesel (B100), 10 persen Diesel Nabati/Diesel Bio Hidrokarbon/HVO (D100), 60 persen Minyak Solar (B0), dan B40 dengan formula campuran 40 persen Biodiesel (B100) ditambahkan 60 persen Minyak Solar (B0).
 
"Adapun terhadap Spesifikasi Biodiesel (B100) mengacu pada usulan Komite Teknis 27-04 Bioenergi Cair dengan perbaikan parameter kadar air yang semula maksimal 350 ppm diubah menjadi maksimal 320 ppm, kadar monogliserida yang semula maksimal 0,55 persen massa menjadi maksimal 0,5 persen massa, kestabilan oksidasi yang semula minimal 600 menit menjadi minimal 720 menit," tambah Edi.
 
Edi mengungkapkan kendaraan uji yang digunakan 3 merek kendaraan bermesin diesel <3,5 ton masing-masing 2 unit, serta 3 merek kendaraan bermesin diesel >3,5 ton masing-masing 2 unit.
 
"Pada awal Road Test B40 terdapat tantangan berupa pengadaan suku cadang setelah overhaul awal, namun dapat kami sampaikan saat ini seluruh kendaraan telah melaksanakan uji jalan," ungkap Edi.
 
Untuk mengejar ketertinggalan dan dapat mencapai target yang ditetapkan pada bulan Desember 2022, maka diberlakukan penambahan jarak dan rute yakni, untuk kendaraan uji < 3,5 ton jarak tempuh yang semula ditargetkan 560 km/hari menjadi 650 km/hari dengan rute perubahan menjadi Balitsa - Tol Cileunyi - Ciamis - Kuningan - P3GL - Pemalang (putar balik) - Subang - Balitsa
 
Sedangkan untuk kendaraan uji > 3,5 ton jarak tempuh yang semula ditargetkan 400 km/hari menjadi 550 km/hari dengan rute perubahan menjadi Balitsa - Pasteur - Cikampek - Cipali - P3GL - Tegal (putar balik) -Cipali - Subang - Balitsa
 
Pengujian yang dilaksanakan selama Road Test B40 diantaranya penanganan dan analisis konsumsi bahan bakar, pengujian kualitas mutu bahan bakar dan pelumas, pengujian kinerja pada chassis dynamometer, pengujian merit rating komponen kendaraan, pengujian stabilitas penyimpanan bahan bakar uji, dan uji startability dan presipitasi bahan bakar uji.
 
Road Test B40 ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas dengan melibatkan Balai Besar Survei dan Pengujian KEBTKE serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui pendanaan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Untuk bahan bakar B0 dan HVO disediakan oleh Pertamina Grup (PT Kilang Pertamina Internasional) dan B100 oleh APROBI.
 
"Kami secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi untuk menghimpun saran dan masukan atas progress dan hasil sementara terhadap pengujian yang telah dilakukan. Kami mengapresiasi upaya dan dukungan seluruh pihak yang terus mendukung pengujian dan upaya transisi energi melalui pencampuran BBN jenis biodiesel. Kementerian ESDM terus berkomitmen untuk mendukung rencana implementasi B40 melalui fasilitasi dan koordinasi hal-hal yang dibutuhkan dengan K/L dan stakeholder terkait," pungkas Edi.

 
(ERA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif