Dampak virus korona membuat pekerjaan bengkel mobil dan motor sepi konsumen. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
Dampak virus korona membuat pekerjaan bengkel mobil dan motor sepi konsumen. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Bengkel Mobil

Pandemik Covid-19 Bikin Pemilik Bengkel Mobil & Motor Menjerit

Otomotif bengkel mobil bengkel motor
M. Bagus Rachmanto • 23 April 2020 10:47
Jakarta: Indutri otomotif di tanah air sedang mengalami cobaan bertubi-tubi. Di 2019 penurunan disebabkan adanya pesta demokrasi, sehingga para konsumen menunggu hasil akhir pemilu.
 
Di 2020, pandemi Covid-19 memporak-porandakan berbagai sektor termasuk industri otomotif dalam negeri. Situasi ini membuat kinerja produsen otomotif nasional terhambat karena berada dalam masa sulit. Lesunya industri otomotif di tanah air, tidak hanya berdampak langsung terhadap penjualan mobil baru dan bekas.
 
Ternyata hal ini juga dialami oleh bengkel-bengkel mobil dan motor, dengan berkurangnya pelanggan yang melakukan perbaikan, baik perorangan maupun perusahaan. Tak hanya itu, ketika ada yang melakukan perbaikan (servis), mereka benar-benar berhemat dengan memanfaatkan atau mengakali komponen mobil yang masih bisa dipakai. Sehingga tak harus diganti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan menurut Fahmi pemilik bengkel mobil Fahmi Jaya Motor di bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat, ada juga yang berhutang, karena biaya perbaikan mobil melebihi dari perkiraan sang pemilik.
 
“Saya sendiri bingung, pelanggan yang sekarang berhutang dan menghemat spare parts biasanya tidak seperti itu, malahan suka bayar duluan sebelum masukin mobilnya ke bengkel, dan ini juga sama dialami teman-teman bengkel yang lain,” beber Fahmi kepada Medcom.id, Kamis (23/4/2020).
 
“Sekarang kalau saya laporan tentang spare parts ke pelanggan, kebanyakan menyuruh memperbaiki atau diakalain biar tidak banyak biaya, seperti penggantian filter oli,” tutup Fahmi sambil bingung karena tidak mengerti dengan kondisi sekarang ini.
 
Hal senada juga disampaikan Yosi, pemilik bengkel Bangbrand di bilangan Pondok Timur Indah, Bekasi Timur, Jawa Barat. Kondisi bengkelnya saat ini sepi orderan.
 
"Motor konsumen memang ada beberapa di bengkel, tapi sekarang mereka minta pengerjaan atau servinsya ditunda dulu, karena duitnya untuk jaga-jaga kalau ada biaya tidak terduga," kata Yosi.
 
Para pemilik bengkel berharap pandemi virus corona cepat berakhir, dan kondisi perekonomian Indoensia segera membaik.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif