Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko. Dyandra Promosindo
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko. Dyandra Promosindo

Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Jadi Angin Segar bagi Industri EV Nasional

Ekawan Raharja • 22 Mei 2026 12:49
Ringkasnya gini..
  • Moeldoko menyebut insentif kendaraan listrik memberi harapan baru bagi konsumen dan industri EV di Indonesia.
  • Periklindo meminta pemerintah memperluas insentif EV ke bus, truk, dan kendaraan logistik listrik.
  • Pemerintah siapkan insentif 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu motor listrik pada tahun ini.
DKI Jakarta: Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menilai kebijakan insentif kendaraan listrik dapat menjadi angin segar bagi konsumen sekaligus menghadirkan optimisme baru bagi industri kendaraan listrik di Indonesia.
 
“Karena itu, insentif itu betul-betul ditunggu ya. Insentif ini tidak saja memberikan senyum kepada pembeli, tapi juga memberikan harapan baru lagi kepada penjual dan juga industri (EV),” kata Moeldoko dikutip dari Antara.
 
Menurut dia, cakupan insentif kendaraan listrik sebaiknya tidak hanya menyasar mobil penumpang dan sepeda motor listrik. Pemerintah juga didorong memperluas insentif untuk kendaraan komersial seperti bus listrik, truk listrik, dan kendaraan logistik listrik.

Langkah tersebut dinilai penting karena kendaraan komersial menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar sekaligus pengguna utama bahan bakar diesel bersubsidi.

Baca Juga:
Saatnya Nyobain Ragam Mobil Dual Mode di BYD Tech Culture Fest


Perluasan insentif ke sektor transportasi komersial diyakini dapat mempercepat transisi menuju transportasi ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap solar subsidi. Selain itu, elektrifikasi kendaraan komersial juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas udara di perkotaan serta mendukung target net zero emission Indonesia.
 
“Untuk itu, insentif ini harapan dari Periklindo ya tentunya, tidak saja segmennya itu kepada mobil penumpang, tetapi juga perlu dipikirkan mobil-mobil komersial. Seperti di antaranya bus, truk, mobil-mobil logistik. Karena mereka itulah penyumbang emisi yang cukup besar,” harap dia.
 
Moeldoko juga menilai subsidi sepeda motor listrik perlu disalurkan secara tepat sasaran, terutama untuk sektor transportasi berbasis layanan masyarakat seperti pengemudi ojek online dan perusahaan ride-hailing. Menurutnya kendaraan listrik yang digunakan aktif setiap hari akan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang lebih besar.
 
“Harapan saya sebagai Ketua Periklindo, untuk subsidi sepeda motor di antaranya itu mesti dipikirkan. Yang perlu dipikirkan satu, mungkin korporasi transportasi online itu, mungkin harus menjadi prioritas utama,” ujar dia.

Baca Juga:
Tingginya Populasi Kendaraan Dorong Permintaan Suku Cadang Asli


Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia tengah menyiapkan kebijakan insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik pada tahun ini. Untuk sepeda motor listrik, pemerintah menyiapkan subsidi sebesar Rp5 juta per unit.
 
Sedangkan mobil listrik akan mendapatkan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40-100%, dengan besaran insentif akan disesuaikan dengan jenis baterai yang digunakan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan