Sepanjang tahun 2025, merek asal Jepang itu mencatatkan pangsa pasar sebesar 39,9 persen atau meningkat 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut memperkuat posisinya di tengah dinamika industri kendaraan niaga nasional.
Di segmen Light Duty Truck (LDT), perusahaan membukukan pangsa pasar 55,1 persen, naik 2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara pada segmen Medium Duty Truck (MDT), pangsa pasarnya mencapai 14,4 persen atau meningkat 1,1 persen secara tahunan.
Berdasarkan data GAIKINDO tahun 2025, model Canter bahkan masuk dalam daftar 10 besar kendaraan dengan penjualan terbanyak di Indonesia. Hasil tersebut dinilai menjadi indikator kuat atas konsistensi performa penjualan sekaligus kepercayaan konsumen terhadap produk Mitsubishi Fuso.
Baca Juga:
Cek Harga Bekas Suzuki Ertiga Hybrid per Februari 2026
Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan luar biasa konsumen yang telah membawa Mitsubishi Fuso meraih pangsa pasar 39,9% dan tetap menjadi 'Absolut Nomor Satu' di tengah tantangan tahun 2025," ujar Aji Jaya dikutip dari keterangan resminya.
Fokus 2026: Optimalisasi Zero Down Time
Memasuki 2026, Mitsubishi Fuso menetapkan visi strategis untuk memperkuat peran sebagai Andalan Bisnis Sejati melalui optimalisasi fungsi Zero Down Time. Strategi ini berfokus pada maksimalisasi layanan purna jual guna meminimalkan waktu henti operasional kendaraan konsumen.Perusahaan melihat layanan purna jual kini tidak lagi menjadi elemen pendukung, melainkan kebutuhan utama dalam operasional bisnis pelanggan. Dengan menekan potensi downtime, Mitsubishi Fuso menargetkan efisiensi operasional yang lebih tinggi serta peningkatan daya saing di industri kendaraan niaga.
Baca Juga:
Pemerintah Targetkan Mandatori E20 pada 2028 untuk Tekan Impor Bensin
Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui sejumlah langkah konkret, seperti penambahan jaringan nasional, peningkatan profesionalisme dan proaktivitas tenaga diler, serta penguatan sistem digitalisasi layanan.
"Di tahun 2026 ini, kami menyiapkan berbagai gebrakan baru yang dirancang khusus untuk memberikan keuntungan maksimal bagi konsumen. Kami tidak hanya sekadar menjual kendaraan, tetapi memastikan setiap unit menjadi solusi bisnis yang andal dengan dukungan layanan purna jual yang lebih efektif dan terintegrasi," tegas Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News