Hino nyatakan mesin mereka sudah siap meminum bahan bakar biodiesel. Hino
Hino nyatakan mesin mereka sudah siap meminum bahan bakar biodiesel. Hino

Mesin Hino Siap 'Minum' Bahan Bakar Biodiesel

Otomotif bahan bakar gas hino
Ahmad Garuda • 06 September 2018 19:30
Jakarta: Penetapan penggunaan bahan bakar B20 (biodiesel) untuk mesin-mesin diesel di Indonesia, membuat banyak pihak yang khawatir. Terutama untuk durabilitas mesin yang mereka gunakan. Tak ingin membuat konsumen salah kaprah, Hino pun mulai melakukan edukasi soal penggunaan bahan bakar itu dan efeknya ke mesin.
 
Pabrikan truk medium di Indonesia ini menegaskan bahwa mereka akan sudah siap dengan kebijakan terbaru dari pemerintah itu. Dalam keterangan resminya, Hino menegaskan bahwa mesin yang mereka buat, sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang ada di masyarakat.
 
Mulai dari B10, lanjut ke B15 sampai saat ini pemerintah mulai implementasi B20 atau perpaduan 20 persen minyak nabati dengan 80 persen solar. Pemerintah telah merampungkan implementasi program mandatori biodiesel 20 persen (B20) secara keseluruhan terkait perluasan insentif biodiesel dari PSO (Public Service Obligation) ke non-PSO yang mulai berlaku pada tanggal 1 September 2018 baik itu untuk bahan bakar Biosolar, Dexlite maupun Dex.
Mesin Hino Siap 'Minum' Bahan Bakar Biodiesel
“Sejak awal B20 dicanangkan pemerintah, kami sudah siapkan spesifikasi mesin untuk bahan bakar B20. Hal itu bisa terjadi karena sebelum diproduksi, kami selalu menyesuaikan dengan rencana penetapan regulasi dari pemerintah.Makanya kami tegaskan, konsumen tak perlu khawatir, karena Hino telah lulus uji dan siap menggunakan bahan bakar B20,” klaim Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), Santiko Wardoyo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hino dalam tiga tahun yang lalu telah melakukan pengujian pada mesin dengan teknologi common rail dengan metode uji engine bench test. Pengujian tersebut dilakukan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP-BPPT) selama 400 jam dengan beban penuh pada putaran mesin maksimum yaitu 2.500 rpm selama 8 jam per hari.
 
Metode uji itu merupakan metode yang disarankan oleh prinsipal Hino di Jepang yaitu Hino Motors, Ltd. yang diklaim lebih memaksa mesin melakukan performa maksimal jika dibandingkan dengan road test atau kondisi pemakaian aktual di jalan.
Mesin Hino Siap 'Minum' Bahan Bakar Biodiesel
Hasilnya untuk mesin yang diuji tidak mengalami gejala yang membahayakan dalam pengujian tersebut. Hanya ada penyumbatan filter bahan bakar yang diakibatkan oleh glicerol dan selulosa hasil blending bahan bakar kelapa sawit dan solar, namun dengan kontrol dan perawatan yang benar akan dapat mencegah atau meminimalisir penyumbatan filter.
 
Hasil pengujian tersebut juga sudah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM sebagai salah satu bentuk komitmen Hino dalam mendukung kebijakan pemerintah.
 
Dari sisi Hino, mereka juga tidak tinggal diam. Mengingat masalah kecil yang terjadi itu tadi. Mereka mengimbau agar pemerintah BUMN terkait juga menyempurnakan proses pencampuran solar dan FAME. Tujuannya meminimalisir efek samping yang ditimbulkan di kendaraan.
 
Sejauh ini, baru Hino yang melakukan konfirmasi kesiapan untuk produk dalam negeri. Tentunya pabrikan lain produsen bus dan truk yang menjadi sasaran pengguna bahan bakar solar lebih banyak, tentu wajib melakukan penyesuaian. Bahkan untuk mobil-mobil berpenumpang yang ditenagai mesin diesel.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif