DKI Jakarta: Perkembangan teknologi membuat mobil modern semakin canggih, tetapi di sisi lain turut meningkatkan biaya perawatan dan perbaikan kendaraan. Laporan terbaru menunjukkan biaya perbaikan mobil di Amerika Serikat meningkat rata-rata 60 persen dalam periode Januari 2019 hingga Agustus 2026.
Mengutip Carscoops, data Federal Reserve Bank of St. Louis menunjukkan kenaikan biaya perbaikan tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan peningkatan biaya hidup. Pada periode yang sama, inflasi tercatat sebesar 32 persen.
Teknologi Membuat Perbaikan Mobil Semakin Kompleks
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan biaya adalah semakin banyaknya teknologi elektronik yang digunakan pada mobil modern. Kondisi tersebut membuat bengkel membutuhkan perangkat komputer dan perangkat lunak khusus untuk melakukan diagnosis maupun perbaikan.
Carscoops mengutip pernyataan mekanik otomotif di Brooklyn, New York, Ralph Czeisler, yang menyebut sebagian besar perbaikan mobil modern kini membutuhkan laptop dan perangkat lunak.
Bahkan sejumlah laptop dan perangkat diagnosis dirancang khusus untuk merek tertentu. Akses terhadap perangkat lunaknya juga umumnya menggunakan sistem berlangganan dengan periode mulai dari beberapa jam hingga beberapa tahun.
Baca Juga :
Tips Perawatan Mobil Listrik Usai Mudik Lebaran 2026
Czeisler mengatakan bengkel miliknya membutuhkan beberapa komputer untuk menangani kendaraan produksi Amerika Serikat, Asia, dan Eropa. Perangkat tersebut juga harus diperbarui ketika produsen kendaraan melakukan perubahan pada sistem.
Biaya tersebut pada akhirnya dapat dibebankan kepada konsumen. Bengkel independen dengan skala lebih kecil juga menghadapi tantangan lebih besar karena harus menanggung biaya perangkat keras, perangkat lunak, serta akses sistem.
Ganti Oli Pun Bisa Terpengaruh
Dampak teknologi terhadap biaya servis tidak hanya terjadi pada perbaikan sistem kendaraan yang kompleks. Layanan sederhana seperti penggantian oli juga dapat terkena tambahan biaya.
Dalam contoh yang dikutip Carscoops, biaya penggantian oli dapat bertambah hingga US$75 karena bengkel membutuhkan perangkat lunak untuk mengakses komputer kendaraan dan mengatur ulang interval penggantian oli.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak fungsi kendaraan yang terhubung dengan sistem elektronik, semakin besar pula kebutuhan bengkel terhadap perangkat khusus untuk melakukan pekerjaan yang sebelumnya dapat dilakukan secara lebih sederhana.
Baca Juga :
7 Cara Merawat Mobil saat Musim Pancaroba agar Cat Tetap Kinclong
Kalibrasi ADAS Tambah Biaya Perbaikan
Sistem bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) menjadi salah satu contoh teknologi yang dapat meningkatkan biaya perbaikan kendaraan. Data dari studi Automotive Association of America pada 2023 menunjukkan biaya perbaikan akibat tabrakan meningkat 37,6 persen.
Salah satu contohnya adalah penggantian kaca depan. Pada kendaraan lama, pekerjaan tersebut umumnya hanya membutuhkan kaca baru dan tenaga kerja. Namun, pada banyak mobil modern terdapat kamera ADAS di balik kaca depan yang membutuhkan proses kalibrasi setelah kaca diganti.
Menurut Czeisler, perangkat kalibrasi yang digunakan bengkelnya membutuhkan biaya US$28.000. Komputer pendukungnya mencapai US$12.000, belum termasuk biaya target board khusus untuk model kendaraan tertentu.
Perbaikan ADAS juga memiliki konsekuensi lain bagi bengkel karena kesalahan pemasangan atau kalibrasi dapat memengaruhi fungsi sistem keselamatan kendaraan.
Pada awal tahun ini, General Motors bahkan memperingatkan agar perbaikan sistem ADAS pada kendaraan Chevrolet, Buick, GMC, dan Cadillac menggunakan komponen baru dan asli. Penggunaan komponen bekas atau rekondisi disebut dilarang untuk perbaikan sistem tersebut.
Baca Juga :
Tips Mudah Merawat Mobil Warna Putih Tetap Kinclong
Biaya Akses Teknologi Jadi Beban Bengkel
Sejak 2014, produsen mobil dan mekanik di Amerika Serikat telah memiliki kesepakatan terkait pembagian informasi teknis. Tujuannya agar bengkel independen tetap memiliki akses terhadap informasi dan peralatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kendaraan modern.
Namun, kesepakatan tersebut tidak secara langsung mengatasi persoalan biaya. Bengkel tetap harus mengeluarkan dana untuk memperoleh perangkat, perangkat lunak, serta akses informasi dari produsen.
Pada akhirnya, meningkatnya kebutuhan teknologi dalam proses perbaikan kendaraan dapat memberikan tekanan tambahan kepada bengkel sekaligus meningkatkan biaya yang harus dibayar konsumen.
DKI Jakarta: Perkembangan
teknologi membuat
mobil modern semakin canggih, tetapi di sisi lain turut meningkatkan biaya perawatan dan perbaikan kendaraan. Laporan terbaru menunjukkan biaya perbaikan mobil di Amerika Serikat meningkat rata-rata 60 persen dalam periode Januari 2019 hingga Agustus 2026.
Mengutip Carscoops, data Federal Reserve Bank of St. Louis menunjukkan kenaikan biaya perbaikan tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan peningkatan biaya hidup. Pada periode yang sama, inflasi tercatat sebesar 32 persen.
Teknologi Membuat Perbaikan Mobil Semakin Kompleks
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan biaya adalah semakin banyaknya teknologi elektronik yang digunakan pada mobil modern. Kondisi tersebut membuat bengkel membutuhkan perangkat komputer dan perangkat lunak khusus untuk melakukan diagnosis maupun perbaikan.
Carscoops mengutip pernyataan mekanik otomotif di Brooklyn, New York, Ralph Czeisler, yang menyebut sebagian besar perbaikan mobil modern kini membutuhkan laptop dan perangkat lunak.
Bahkan sejumlah laptop dan perangkat diagnosis dirancang khusus untuk merek tertentu. Akses terhadap perangkat lunaknya juga umumnya menggunakan sistem berlangganan dengan periode mulai dari beberapa jam hingga beberapa tahun.
Czeisler mengatakan bengkel miliknya membutuhkan beberapa komputer untuk menangani kendaraan produksi Amerika Serikat, Asia, dan Eropa. Perangkat tersebut juga harus diperbarui ketika produsen kendaraan melakukan perubahan pada sistem.
Biaya tersebut pada akhirnya dapat dibebankan kepada konsumen. Bengkel independen dengan skala lebih kecil juga menghadapi tantangan lebih besar karena harus menanggung biaya perangkat keras, perangkat lunak, serta akses sistem.
Ganti Oli Pun Bisa Terpengaruh
Dampak teknologi terhadap biaya servis tidak hanya terjadi pada perbaikan sistem kendaraan yang kompleks. Layanan sederhana seperti penggantian oli juga dapat terkena tambahan biaya.
Dalam contoh yang dikutip Carscoops, biaya penggantian oli dapat bertambah hingga US$75 karena bengkel membutuhkan perangkat lunak untuk mengakses komputer kendaraan dan mengatur ulang interval penggantian oli.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak fungsi kendaraan yang terhubung dengan sistem elektronik, semakin besar pula kebutuhan bengkel terhadap perangkat khusus untuk melakukan pekerjaan yang sebelumnya dapat dilakukan secara lebih sederhana.
Kalibrasi ADAS Tambah Biaya Perbaikan
Sistem bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) menjadi salah satu contoh teknologi yang dapat meningkatkan biaya perbaikan kendaraan. Data dari studi Automotive Association of America pada 2023 menunjukkan biaya perbaikan akibat tabrakan meningkat 37,6 persen.
Salah satu contohnya adalah penggantian kaca depan. Pada kendaraan lama, pekerjaan tersebut umumnya hanya membutuhkan kaca baru dan tenaga kerja. Namun, pada banyak mobil modern terdapat kamera ADAS di balik kaca depan yang membutuhkan proses kalibrasi setelah kaca diganti.
Menurut Czeisler, perangkat kalibrasi yang digunakan bengkelnya membutuhkan biaya US$28.000. Komputer pendukungnya mencapai US$12.000, belum termasuk biaya target board khusus untuk model kendaraan tertentu.
Perbaikan ADAS juga memiliki konsekuensi lain bagi bengkel karena kesalahan pemasangan atau kalibrasi dapat memengaruhi fungsi sistem keselamatan kendaraan.
Pada awal tahun ini, General Motors bahkan memperingatkan agar perbaikan sistem ADAS pada kendaraan Chevrolet, Buick, GMC, dan Cadillac menggunakan komponen baru dan asli. Penggunaan komponen bekas atau rekondisi disebut dilarang untuk perbaikan sistem tersebut.
Biaya Akses Teknologi Jadi Beban Bengkel
Sejak 2014, produsen mobil dan mekanik di Amerika Serikat telah memiliki kesepakatan terkait pembagian informasi teknis. Tujuannya agar bengkel independen tetap memiliki akses terhadap informasi dan peralatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kendaraan modern.
Namun, kesepakatan tersebut tidak secara langsung mengatasi persoalan biaya. Bengkel tetap harus mengeluarkan dana untuk memperoleh perangkat, perangkat lunak, serta akses informasi dari produsen.
Pada akhirnya, meningkatnya kebutuhan teknologi dalam proses perbaikan kendaraan dapat memberikan tekanan tambahan kepada bengkel sekaligus meningkatkan biaya yang harus dibayar konsumen.
(UDA)