Tata Motors tak hanya luncurkan mobil truk, tapi juga memikirkan keuntungan dari sisi konsumen dan tidak melanggar regulasi over dimension over load. medcom.id/Ahmad Garuda
Tata Motors tak hanya luncurkan mobil truk, tapi juga memikirkan keuntungan dari sisi konsumen dan tidak melanggar regulasi over dimension over load. medcom.id/Ahmad Garuda

Bos Tata Motors: Jual Truk, Wajib Taat Regulasi ODOL

Otomotif pameran otomotif giias tata motors GIIAS 2019
Ahmad Garuda • 23 Juli 2019 20:16
BSD City: Bagi pabrikan otomotif di segmen mobil penumpang, ketika meluncurkan mobil baru tentu akan berbicara soal kapasitas muat, kapasitas mesin, teknologi, fitur dan desain serta kebaruannya. Namun di sektor mobil komersil seperti truk (ringan, medium dan berat), sangat vital memperhatikan soal regulasi angkutan barang.
 
Sekarang ini pemerintah sedang mengetatkan regulasi kapasitas angkut barang yang tak boleh melewati batas dimensi kendaraan, lalu juga disesuaikan dengan kapasitas mesin, tenaga dan lain sebagainya. Regulasi yang disebut dengan Over Dimension Over Load (ODOL) itu, tak segan-segan menindak pemilik armada truk jika terbukti melanggar regulasi.
 
Hal ini pula yang kemudian membuat Tata Motors merasa perlu memboyong varian truk yang tentu sesuai dengan regulasi yang dimaksud. Mengingat, mereka juga harus mempertimbangkan konsumen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bos Tata Motors: Jual Truk, Wajib Taat Regulasi ODOL
 
"Menjual truk di Indonesia tidak melulu memikirkan soal produk yang akan kami jual, keuntungan perusahaan dan lain-lain. Tapi juga harus memikirkan sisi konsumen. Kalau mereka membeli varian tertentu kalau berpotensi melanggar regulasi kapasitas muat yang semakin diketatkan pemerintah, ya tentu akan cukup merugikan. Makanya kami merilis truk Tata Prima 3123.T 8x2 yang menyasar pengusaha yang butuh armada angkut 6x2 tapi tak ingin melanggar regulasi ODOL," ujar Presiden Direktur PT Tata Motor Distribusi Indonesia (TMDI), Biswadev Sengupta, dalam sesi obrolan khusus dengan Medcom.id pada Selasa (23/7/2019).
 
ia melanjutkan bahwa regulasi ini memang berdampak terhadap ragam hal. Bukan hanya soal membatasi angkutan dengan alasan keamanan di jalan raya. Namun juga soal keberlangsungan bisnis para pemngusaha tersebut.
 
"Contoh paling konkritnya adalah ketika pengusaha biasa mengangkut bobot seberat 20 ton dan dibatasi hanya 15 ton untuk truk tipe 6x2, maka ini akan sangat merugikan. Mereka tak bisa membayar gaji sopir, membeli bahan bakar bahkan biaya maintenance pun bisa terganggu. Makanya dengan truk 8x2 ini, harga tidak berbeda jauh dengan tipe 6x2, tapi kapasitas angkut lebih besar hingga 20 ton."
 
Tata Prima 3123.T memiliki jarak antar sumbu roda sebesar 6,9 meter, GVW 31 ton, dan axle 4 set. Mobil ini bakal jadi bersaing ketat di segmentasi medium duty truck, sehingga pemainnya akan semakin ramai.
 
Selain itu, di pameran ini juga dipasarkan Tata Prima 4023.S, Tata Prima 4028.S dan Tata Prima 4928.S yang ketiganya merupakan tractor head untuk kebutuhan logistik.
 

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif