Suzuki Auto Value yang bermain di bisnis jual beli mobil bekas berkomitmen untuk tetap berada di Indonesia demi melayani pasar Indonesia meski harus melewati badai pandemik virus korona. Suzuki
Suzuki Auto Value yang bermain di bisnis jual beli mobil bekas berkomitmen untuk tetap berada di Indonesia demi melayani pasar Indonesia meski harus melewati badai pandemik virus korona. Suzuki

Mobil Bekas

Suzuki Auto Value Komitmen Tetap Hadir Meski Kondisi Sulit

Otomotif industri otomotif mobil bekas suzuki mobil jual beli mobil
Ekawan Raharja • 08 Mei 2020 15:35
Jakarta: Kondisi pandemik virus korona (Covid-19) secara tidak langsung memberikan efek kepada ekonomi, bahkan sampai ke skup mikro seperti bisnis jual beli mobil bekas. Suzuki Auto Value yang bermain di bisnis ini berkomitmen untuk tetap berada di Indonesia demi melayani pasar Indonesia meski harus melewati badai pandemik virus korona.
 
Business Development Head PT Suzuki Indomobil Sales, Hendro Kaligis, menjelaskan secara fitra program ini dihadirkan untuk mendukung penjualan mobil-mobil baru yang ada di dealer resmi. Sehingga sebisa mungkin bisnis mobil bekas ini akan selalu ada meski harus melewati masa-masa sulit.
 
"Bisnis kami beda dengan jual beli mobil bekas secara umumnya, kami mendukung penjualan mobil baru. Secara jangka panjang kami bisa tumbuh. Tentu akan ada beberapa hal yang dilakukan dan berbeda," ungkap Hendro Kaligis Kamis (7/5/2020) melalui NGOVID Forwot.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dukungan yang diberikan untuk menopang penjualan mobil baru adalah, memfasilitasi konsumen untuk program tukar tambah. Sehingga konsumen bisa menjual mobil lama mereka kepada mereka dan hasilnya dijadikan bagian dari pembayaran mobil baru yang diinginkan.
 
Hendro juga mengakui sampai sekarang ini, bisnis yang paling kencang perputarannya adalah tukar tambah mobil. Bahkan untuk di awal Tahun 2020, konsumen banyak yang melakukan tukar tambah mobilnya dengan Suzuki XL7 yang baru juga diluncurkan awal tahun..
 
"Teman-teman nanti akan melihat ada orang yang berhenti (berjualan) mobil bekas. Kalau kami terus membantu temen-temen yang mau jual mobil," sambungnya.

Serangan Bertubi-Tubi di Awal Tahun 2020

Hendro Kaligis bercerita bahwa mereka memulai bisnis di awal Januari cukup baik. Namun beranjak ke bulan Februari terasa menurun karena adanya bencana alam di sejumlah daerah yang membuat bisnis mereka tersendat.
 
Kemudian masuk ke laporan Maret sempat kembali bergairah karena omset bisnis mereka kembali naik. Hal ini tidak terlepas dari akumulasi penjualan di bulan Februari dan Maret.
 
Sedangkan April, penjualan mereka kembali turun karena pandemik virus corona semakin mengganas di Indonesia.
 
"Saya lihat industri mobil bekas termasuk yang terkena dampak sangat dalam akibat pandemik dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), mungkin angka pastinya tidak tahu karena industri mobil bekas datanya tidak terorganisir. Beberapa teman dari bursa juga menyampaikan bisa turun sampai 80 persen, dan di Auto Value juga turunnya sama sampai 80 persen.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif