DKI Jakarta: Pemerintah tengah mempersiapkan insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) guna mendorong adopsi sekaligus memperkuat ekonomi nasional. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan tahap awal insentif akan diberikan untuk masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan motor listrik.
“100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Nanti skemanya Pak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) akan menjelaskan seperti apa, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) juga akan memberikan seperti apa (skemanya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,” kata Purbaya dikutip dari Antara.
Untuk besaran subsidi, pemerintah memperkirakan insentif motor listrik berada di kisaran Rp5 juta. Namun, detail resmi terkait skema dan nilai insentif masih akan diumumkan lebih lanjut oleh kementerian terkait.
Purbaya mengungkapkan rencana ini muncul setelah pertemuannya dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menilai insentif kendaraan listrik menjadi langkah strategis, terutama dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak global.
Baca Juga:
Mansory BMW M5 P850 Pharaohs Edition Bertenaga 850 PS
“Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel BBM. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita,” ujar dia.
Lebih lanjut, pemerintah melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi menjaga daya tahan industri manufaktur sekaligus melindungi tenaga kerja nasional.
“Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ke tiga dan triwulan keempat, Juni awal saya mulai jalan. Itu kebijakan yang sudah didiskusikan tapi nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian, Menko Perekonomian, dan lain-lain,” kata Purbaya.
“Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur kita dorong,” ujarnya menambahkan.
DKI Jakarta: Pemerintah tengah mempersiapkan
insentif untuk
kendaraan listrik (electric vehicle/EV) guna mendorong adopsi sekaligus memperkuat ekonomi nasional. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan tahap awal insentif akan diberikan untuk masing-masing 100 ribu unit
mobil listrik dan
motor listrik.
“100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Nanti skemanya Pak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) akan menjelaskan seperti apa, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) juga akan memberikan seperti apa (skemanya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,” kata Purbaya dikutip dari Antara.
Untuk besaran subsidi, pemerintah memperkirakan insentif motor listrik berada di kisaran Rp5 juta. Namun, detail resmi terkait skema dan nilai insentif masih akan diumumkan lebih lanjut oleh kementerian terkait.
Purbaya mengungkapkan rencana ini muncul setelah pertemuannya dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menilai insentif kendaraan listrik menjadi langkah strategis, terutama dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak global.
“Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel BBM. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita,” ujar dia.
Lebih lanjut, pemerintah melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi menjaga daya tahan industri manufaktur sekaligus melindungi tenaga kerja nasional.
“Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ke tiga dan triwulan keempat, Juni awal saya mulai jalan. Itu kebijakan yang sudah didiskusikan tapi nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian, Menko Perekonomian, dan lain-lain,” kata Purbaya.
“Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur kita dorong,” ujarnya menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)