Recall mobil biasanya dilakukan selama tiga tahun dengan pencapaian 30 persen dari total recall. Daihatsu
Recall mobil biasanya dilakukan selama tiga tahun dengan pencapaian 30 persen dari total recall. Daihatsu

Recall Mobil

2 Tipe Konsumen Menanggapi Recall

Otomotif daihatsu recall mobil
Ekawan Raharja • 20 Juli 2020 11:26
Jakarta: Recall atau program perbaikan mobil oleh pabrikan memang lazim dilakukan di dunia otomotif karena untuk menjaga kualitas kendaraan yang ada di pasien dengan baik. Meski demikian, setiap orang memiliki reaksi tersendiri ketika program recall untuk kendaraannya diumumkan, ada yang langsung responsif menjalankan, ada juga yang tidak acuh terhadap program ini.
 
Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, ada berbagai macam jenis konsumen yang menanggapi program recall. "Umumnya kita bagi dua, kalau pemilik mereka akan respon dengan positif, tetapi kalau pemakai atau penyewa, itu tidak peduli karena mobil komersial," ungkapnya melalui webinar.
 
1. Pemilik langsung
Amelia merinci untuk para pemilik langsung kendaraan biasanya akan segera datang ke bengkel secepatnya. Sedangkan untuk pemakai/penyewa biasanya tidak perduli karena mereka pakai untuk usaha, karena yang memakai pun belum tentu pemiliknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


2. Penyewa kendaraan
"Penyewa itu menurut data kita tidak terlalu perduli. Mereka masuk ke dalam program recall, mereka akan berhenti bisnisnya. Paling tidak diperbaiki 14 jam (untuk program recall connecting rod Gran Max dan Luxio), itu tetap terlalu berat."
 
Melihat karakteristik konsumen ini, Daihatsu akhirnya tidak terlalu muluk-muluk dalam menjalankan program recall ini. Biasanya mereka mempersiapkan target 30 persen konsumen melakukan recall dalam jangka waktu 3 tahun.
 
"Target kita sebenarnya tiga tahun 30 persen. pencapaian kita 24 persen dalam delapan bulan ini sangat bagus (recall Gran Max dan Luxio), Gran Max ini luar biasa tidak terduga."Daihatsu Indonesia mengumumkan program recall untuk Gran Max 1.5 & Luxio yang ada di Indonesia akibat indikasi masalah di connecting rod (stang seher) pada akhir 2019. Kini tujuh bulan berjalan, baru 24 persen konsumen yang memenuhi panggilan recall tersebut.
 

(UDA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif