Serena ProPILOT, mobi semi otonom yang tengah dipelajari untuk pasar Indonesia. Mycarforum
Serena ProPILOT, mobi semi otonom yang tengah dipelajari untuk pasar Indonesia. Mycarforum

Industri Otomotif

Kendala Menjual Mobil Otonom di Indonesia

Ainto Harry Budiawan • 03 Desember 2016 13:00
medcom.id, Bandung: Perkembangan teknologi mobil sudah mulai memasuki era otonom pada saat ini. Sebuah mobil yang mampu bergerak tanpa perlu dikemudikan secara penuh. Pasalnya, mobil sudah diambil alih oleh komputer.
 
Mobil otonom sudah digunakan di sejumlah negara maju. Namun masih dalam area yang terbatas. Pasalnya, mobil otonom membutuhkan banyak sarana pendukung seperti infrastruktur jalan yang memadai.

Saat mobil otonom masih dalam pengembangan, muncul mobil semi otonom seperti teknologi ProPILOT di mobil Nissan Serena C27 di Jepang. Mobil ini disarankan untuk digunakan di jalan tol karena lebih minim hambatan.


Lalu bagaimana dengan penggunaan di Indonesia?
 
"Kendalanya lebih banyak, di sini banyak pengamen. Belum lagi keberadaan pemotor yang kerap menyalip. Fitur ini membaca gerakan benda di sekitar mobil. Begitu mendeteksi, mobil langsung berhenti," kata GM Marketing & Strategy Panning PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Budi Nur Mukmin, di Bandung, Jumat (2/12/2016).

Infrastruktur menjadi hambatan lainnya. Mobil dengan fitur canggih ini membaca garis marka jalan untuk menjaga mobil tetap di jalur. Sialnya, garis marka tak selalu terlihat jelas di jalan-jalan Indonesia.
 
Berkaca dari semua problem itu teknologi canggih tersebut rasanya masih akan lama hadir di Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan