medcom.id, Jakarta: Pasar otomotif nasional sepanjang 2016 diprediksi akan sama seperti tahun lalu, yakni diangka 1,05 juta unit mobil. Kondisi pasar yang stagnan ini justru semakin membuat persaingan antar merek lebih sengit. Tak terkecuali segmen low cost green car (LCGC).
Di segmen tersebut, Datsun bersaing dengan duet Toyota Calya dan Daihatsu Sigra sejak Agustus lalu. Namun lambat laun, penjualan Datsun turun. Sebelumnya, penjualan mereka berada di 2000 unit oer bulan. Namun kini, tak menembus 1.000 unit.
"Sebenarnya 2016 (Januari-November) turun tipis dibanding tahun lalu. Cuma 1.500 unit. Target kami tahun ini 30.000 unit. Jadi akhir tahun penjualan sampai 27.000 unit," papar Head of Datsun Indonesia, Indriani Hadiwidjaja.
Datsun sadar ada potensi pasar yang hilang. Oleh sebab itu, mereka bakal menyusun strategi baru untuk tahun depan. Di antaranya memperbanyak jaringan, memperkuat layanan purna jual serta memperkuat produk.
"Akan ada model baru. Namun bukan LCGC karena kami di bawah bendera Nissan Motor Indonesia. Kami akan mengatur agar tidak overlapping dengan Nissan. Sementara itu, Go akan ada perubahan dan transmisi otomatis," tutupnya.
medcom.id, Jakarta: Pasar otomotif nasional sepanjang 2016 diprediksi akan sama seperti tahun lalu, yakni diangka 1,05 juta unit mobil. Kondisi pasar yang stagnan ini justru semakin membuat persaingan antar merek lebih sengit. Tak terkecuali segmen low cost green car (LCGC).
Di segmen tersebut, Datsun bersaing dengan duet Toyota Calya dan Daihatsu Sigra sejak Agustus lalu. Namun lambat laun, penjualan Datsun turun. Sebelumnya, penjualan mereka berada di 2000 unit oer bulan. Namun kini, tak menembus 1.000 unit.
"Sebenarnya 2016 (Januari-November) turun tipis dibanding tahun lalu. Cuma 1.500 unit. Target kami tahun ini 30.000 unit. Jadi akhir tahun penjualan sampai 27.000 unit," papar Head of Datsun Indonesia, Indriani Hadiwidjaja.
Datsun sadar ada potensi pasar yang hilang. Oleh sebab itu, mereka bakal menyusun strategi baru untuk tahun depan. Di antaranya memperbanyak jaringan, memperkuat layanan purna jual serta memperkuat produk.
"Akan ada model baru. Namun bukan LCGC karena kami di bawah bendera Nissan Motor Indonesia. Kami akan mengatur agar tidak
overlapping dengan Nissan. Sementara itu, Go akan ada perubahan dan transmisi otomatis," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HIL)