medcom.id: Selalu ada saja yang bertanya, mengapa mobil-mobil Eropa atau Amerika itu bisa ditawarkan dengan harga yang relatif mahal ketimbang harga mobil-mobil dari manufaktur otomotif di Asia? Salah satu alasan yang mengemuka adalah karena faktor tawaran fitur. Namun menurut beberapa pakar otomotif, bahwa basisnya dari penggunaan bahan baku bodi part, yaitu baja atau aluminium.
Sekarang, mobil-mobil Eropa dan Amerika sendiri sudah membekali produk terbaru mereka dengan bodi yang ringan, yaitu aluminium. Tidak heran jika memang harga dari sananya memang sudah mahal. Tapi latar-belakang dari itu semua terjadi tidak terlepas dari beberapa aturan dasar yang ada di negara Uni Eropa dan Amerika. Diantaranya adalah regulasi emisi gas buang yang semakin ketat.
Untuk mendukung hal itu, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengurangi bobot kendaraan. Lantaran hal ini sangat potensial untuk membuat sebuah kendaraan itu jadi boros. Terutama untuk sistem operasionalnya. Tentunya ini tantangan besar yang ada di depan. Apalagi pasar ekonomi Asia memang akan mulai dibuka tahun 2015 mendatang.
"Kedepannya ini adalah tantangan yang sangat besar, bagi pelaku pasar otomotif nasional. Mereka harus bisa memilih bagaimana caranya berperilaku di bisnis ini. Mobil dituntut harus memiliki bobot yang lebih ringan dari biasanya. Jika memang anda dibebaskan untuk memilih jalan tanpa harus memikirkan daya beli masyarakat, maka itu akan mudah. Tapi kenyataannya tidak begitu," klaim Truls Thorstensen, Presiden dan CEO of EFS Business Consultancy.
Beruntung, pakem produksi mobil di pasar Asia tidak begitu arogan seperti di Eropa atau Amerika. Lantaran ada beberapa unit mobil berbeda nama dalam 1 manufaktur, tapi bisa diproduksi menggunakan sistem assembling sama dengan mobil level dibawahnya. Jadi bisa mengakali hal itu.
Tidak dipungkiri, jika pasar ekonomi Asia memang sudah tak ada batasan lagi, maka kerjasama dalam hal produksi bahan baku dan harganya, mutlak dilakukan bersama. Lantaran regulasi otomotif di Asia cenderung masih longgar. Tapi untuk kedepannya, industri otomotif di regional ini, harus bersatu.
medcom.id: Selalu ada saja yang bertanya, mengapa mobil-mobil Eropa atau Amerika itu bisa ditawarkan dengan harga yang relatif mahal ketimbang harga mobil-mobil dari manufaktur otomotif di Asia? Salah satu alasan yang mengemuka adalah karena faktor tawaran fitur. Namun menurut beberapa pakar otomotif, bahwa basisnya dari penggunaan bahan baku bodi part, yaitu baja atau aluminium.
Sekarang, mobil-mobil Eropa dan Amerika sendiri sudah membekali produk terbaru mereka dengan bodi yang ringan, yaitu aluminium. Tidak heran jika memang harga dari sananya memang sudah mahal. Tapi latar-belakang dari itu semua terjadi tidak terlepas dari beberapa aturan dasar yang ada di negara Uni Eropa dan Amerika. Diantaranya adalah regulasi emisi gas buang yang semakin ketat.
Untuk mendukung hal itu, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengurangi bobot kendaraan. Lantaran hal ini sangat potensial untuk membuat sebuah kendaraan itu jadi boros. Terutama untuk sistem operasionalnya. Tentunya ini tantangan besar yang ada di depan. Apalagi pasar ekonomi Asia memang akan mulai dibuka tahun 2015 mendatang.
"Kedepannya ini adalah tantangan yang sangat besar, bagi pelaku pasar otomotif nasional. Mereka harus bisa memilih bagaimana caranya berperilaku di bisnis ini. Mobil dituntut harus memiliki bobot yang lebih ringan dari biasanya. Jika memang anda dibebaskan untuk memilih jalan tanpa harus memikirkan daya beli masyarakat, maka itu akan mudah. Tapi kenyataannya tidak begitu," klaim Truls Thorstensen, Presiden dan CEO of
EFS Business Consultancy.
Beruntung, pakem produksi mobil di pasar Asia tidak begitu arogan seperti di Eropa atau Amerika. Lantaran ada beberapa unit mobil berbeda nama dalam 1 manufaktur, tapi bisa diproduksi menggunakan sistem assembling sama dengan mobil level dibawahnya. Jadi bisa mengakali hal itu.
Tidak dipungkiri, jika pasar ekonomi Asia memang sudah tak ada batasan lagi, maka kerjasama dalam hal produksi bahan baku dan harganya, mutlak dilakukan bersama. Lantaran regulasi otomotif di Asia cenderung masih longgar. Tapi untuk kedepannya, industri otomotif di regional ini, harus bersatu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)