Penekanan tombol oleh Wapres Jusuf Kalla menandai dibukanya secara resmi GIIAS 2016. (GAIKINDO)
Penekanan tombol oleh Wapres Jusuf Kalla menandai dibukanya secara resmi GIIAS 2016. (GAIKINDO)

GIIAS 2016

71 Tahun RI, Ini Perkembangan Industri Otomotif Nasional

Ainto Harry Budiawan • 12 Agustus 2016 07:43
medcom.id, Tangerang: Geliat dan capaian pembangunan nasional selama ini tidak lepas dari peran industri otomotif. Melalui berbagai produk yang tersebar di ke seluruh pelosok Indonesia, industri otomotif tidak hanya membuka banyak lapangan kerja bahkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Demikian disampaikan Wapres Jusuf Kalla (JK) dalam pembukaan GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2016 di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (11/8/2016). Ajang yang memamerkan aneka produk otomotif terbaru ini adalah yang terbesar dan satu-satunya di Indonesia yang didukung oleh Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles (OICA).
 
"Industri kendaraan punya pengaruh yang besar untuk industri besar maupun kecil. Tentu ada dampak yang baik dari berkembangnya industri tersebut kepada perekonomian secara nasional," kata JK.

Kalla yang jauh sebelumnya merupakan pelaku usaha otomotif ini membagi 'sejarah' industri otomotif nasional dalam empat tahap. Tahap pertama adalah 20 tahun pertama sejak kemerdekaan, Indonesia sepenuhnya mendatangkan kendaraan utuh (built up) dari luar negeri. Seiring masuknya investor, tahap perakitan dimulai dengan impor dalam bentuk completly knock down (CKD).
 
Seiring meningkatnya pengetahuan dan kemampuan, masuklah ke tahap impor komponen kendaraan secara semi knock down (SKD). Setelah teknologinya dikuasai, industri otomotif nasional saat sudah dalam tahap manufaktur dan mendorong tumbuhnya industri komponen sebagai pemasoknya.
 
"Perkembangan itu tentu menggembirakan. Apalagi penjualan melebihi satu juta unit per tahun, tapi kapasitasnya sudah hampir dua juta," sambung Kalla.
 
71 Tahun RI, Ini Perkembangan Industri Otomotif Nasional
Ketua Penyelenggara GIIAS 2016 Rizwan Alamsjah, Gubernur Banten Rano Karno, Menperin Airlangga, Wapres Jusuf Kalla, Ketum GAIKINDO Yohannes Nangoi. 
 
Pada kesempatan sama Ketum GAIKINDO, Yohanes Nangoi, menyampaikan bahwa Industri otomotif memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Perkembangannya bukan hanya jumlah kendaraan terjual yang tiap tahunnya terus meningkat di dalam negeri, tapi juga ekspornya yang sekaligus bukti produk industri otomotif nasional semakin dipercaya dunia.
 
"Ekspor CBU selama 2015 sebesar 207.691 unit sementara, semester pertama tahun ini telah mencapai 93.998 unit. Ekspor kendaraan terurai semester pertama ini 91.194 set CKD, tahun sebelumnya tercatat 108.770 set CKD," papar Yohanes.
 
Ajang bertema “Green Technology for a Better Future” ini diikuti 361 pelaku industri otomotif dunia yang beroperasi di Indonesia. Di kelas kendaraan penumpang  ada Audi, BMW, Chevrolet, Datsun, Daihatsu, Dodge, Ford, Honda, Hyundai, Isuzu, Jaguar, Jeep, KIA, Land Rover, Lexus Mazda, Mercedes-Benz, Mini, Mitsubishi Motors, Nissan, Suzuki, Tata Motors, Toyota, Volkswagen dan Wuling. Sementara kendaraan komersial pesertanya FAW, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Tata Motors dan UD Trucks.
 
Sebagai sebuah pameran international, di dalam GIIAS 2016 juga diselenggarakan 11th Indonesia International Automotive Conference dengan tema “Auto Industry Globalization”. Konferensi ini akan dihadiri tokoh dari berbagai negara yang akan berbagi pengalaman dan ide dalam pengembangan industri kendaraan dengan teknologi hemat energi serta paket kebijakan pemerintah yang mendukungnya. 
 
“Pameran dan konferensi kali ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang industri otomotif nasional dan global serta industri pendukungnya,” imbuh Yohanes.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan