Inggris: Produsen mobil terus berusaha menciptakan mobil tanpa sopir yang aman untuk digunakan di jalan-jalan raya. Selain itu, tampaknya mereka juga memiliki pekerjaan rumah lainnya, yakni mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Asosiasi otomotif di Inggris, Automobile Association (AA), melakukan riset terhadap 20 ribu orang di Inggris. Hasilnya adalah ketidak percayaan masyarakat terhadap mobil otonom yang membuat tidak perlu adanya kendali sopir.
Hasil riset menyebutkan kurang dari seperempat partisipan yakin untuk melepaskan tangannya dari lingkar kemudi. Selain itu hasil riset juga menunjukan lebih dari dua per tiga peserta mengakui masih menyukai mengemudikan mobil.
AA juga menjelaskan bahwa masyarakat juga sudah melihat keunggulan yang ditawarkan oleh mobil otonom. Teknologi ini bisa membuat mobilitas lebih baik, khususnya untuk orang tua dan difabel.
Hanya saja kebiasaan orang untuk mengemudi sudah mengakar kuat. Kebiasaan ini yang kemudian dinilai lebih kuat dari teknologi yang ditawarkan, dan menjadi perhatian sekarang ini.
"Kita tidak bisa menganggap remeh kebiasaan orang mengemudi," ungkap AA President, Edmund King, dikutip dari Daily Mail.
Beberapa pengembang mobil listrik sudah melakukan uji coba di jalan raya. Beberapa ada yang berjalan lancar, dan tidak sedikit juga yang mengalami kecelakaan.
Seperti pada September 2019, Salah satu mobil otonom Apple mengalami kecelakaan ketika sedang berkendara di Sunnyvale, California, Amerika Serikat. Mobil otonom Apple adalah Lexus RX450h yang telah dimodifikasi dengan berbagai sensor dan perangkat. Mobil itu melaju pada kecepatan 1 mil per jam, hendak masuk ke Lawrence Expressway ketika sebuah Nissan Leaf, yang melaju pada kecepatan 15 mil per jam, menabrak bagian belakang Lexus, lapor The Verge.
Kemudian sebelumnya pada Maret 2018, mobil otonom milik Tesla juga mengalami kecelakaan dan merenggut nyawa. Disebutkan Jumat (30/3/2018) waktu setempat terjadi kecelakaan di jalan bebas hambatan California, Amerika Serikat, yang melibatkan Tesla Model X. Kecelakaan ini membuat pengemudi penguji sekaligus insinyur Apple, Walter Wong, harus menghembuskan nafas terakhirnya.
Inggris: Produsen mobil terus berusaha menciptakan mobil tanpa sopir yang aman untuk digunakan di jalan-jalan raya. Selain itu, tampaknya mereka juga memiliki pekerjaan rumah lainnya, yakni mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Asosiasi otomotif di Inggris, Automobile Association (AA), melakukan riset terhadap 20 ribu orang di Inggris. Hasilnya adalah ketidak percayaan masyarakat terhadap mobil otonom yang membuat tidak perlu adanya kendali sopir.
Hasil riset menyebutkan kurang dari seperempat partisipan yakin untuk melepaskan tangannya dari lingkar kemudi. Selain itu hasil riset juga menunjukan lebih dari dua per tiga peserta mengakui masih menyukai mengemudikan mobil.
AA juga menjelaskan bahwa masyarakat juga sudah melihat keunggulan yang ditawarkan oleh mobil otonom. Teknologi ini bisa membuat mobilitas lebih baik, khususnya untuk orang tua dan difabel.
Hanya saja kebiasaan orang untuk mengemudi sudah mengakar kuat. Kebiasaan ini yang kemudian dinilai lebih kuat dari teknologi yang ditawarkan, dan menjadi perhatian sekarang ini.
"Kita tidak bisa menganggap remeh kebiasaan orang mengemudi," ungkap AA President, Edmund King, dikutip dari Daily Mail.
Beberapa pengembang mobil listrik sudah melakukan uji coba di jalan raya. Beberapa ada yang berjalan lancar, dan tidak sedikit juga yang mengalami kecelakaan.
Seperti pada September 2019, Salah satu mobil otonom Apple mengalami kecelakaan ketika sedang berkendara di Sunnyvale, California, Amerika Serikat. Mobil otonom Apple adalah Lexus RX450h yang telah dimodifikasi dengan berbagai sensor dan perangkat. Mobil itu melaju pada kecepatan 1 mil per jam, hendak masuk ke Lawrence Expressway ketika sebuah Nissan Leaf, yang melaju pada kecepatan 15 mil per jam, menabrak bagian belakang Lexus, lapor The Verge.
Kemudian sebelumnya pada Maret 2018, mobil otonom milik Tesla juga mengalami kecelakaan dan merenggut nyawa. Disebutkan Jumat (30/3/2018) waktu setempat terjadi kecelakaan di jalan bebas hambatan California, Amerika Serikat, yang melibatkan Tesla Model X. Kecelakaan ini membuat pengemudi penguji sekaligus insinyur Apple, Walter Wong, harus menghembuskan nafas terakhirnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)