Penjualan ritel Tata Motors naik drastis berkat sektor infrastruktur dan pertambangan menggeliat. medcom.id/Ahmad Garuda
Penjualan ritel Tata Motors naik drastis berkat sektor infrastruktur dan pertambangan menggeliat. medcom.id/Ahmad Garuda

Penjualan Ritel Tata Motors, Tumbuh 51 Persen

Otomotif penjualan mobil tata motors
Ahmad Garuda • 28 September 2018 15:07
Jakarta: Pasar otomotif nasional terutama di segmen kendaraan komersial (commercial vehicle) pada April - Agustus 2018 mengalami peningkatan penjualan. Terutama untuk segmen truk dan pick up tumbuh 51 persen dibanding periode yang sama di tahun fiskal 2016-2017.
 
Tata Motors melalui APM mereka Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), salah satu yang menikmati tingginya lonjakan permintaan mobil komersial itu. Dari pernyataan resmi yang masuk ke meja redaksi, ada lonjakan penjualan ritel di periode April - Agustus tahun fiskal 2018/2019 hingga mencapai 51 persen.
 
Hal ini dipicu membaiknya sektor komoditas terutama pertambangan dan perkebunan, konstruksi serta logistik yang terjadi sejak paruh kedua tahun 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Total penjualan April - Agustus 2018 menorehkan angka sebanyak 528 unit yang merupakan penjualan ritel atau langsung dari diler kepada konsumen.
Penjualan Ritel Tata Motors, Tumbuh 51 Persen
“Catatan lonjakan tersebut menunjukkan masyarakat telah memberikan respon positif terhadap Pick up dan Truk Tata Motors sebagai kendaraan andalan bisnis mereka,” ujar Commercial Vehicle Marketing Head TMDI, Wilda Bachtiar.
 
Adapun lonjakan penjualan hasil kontribusi positif dealer resmi 3S TMDI di seluruh Indonesia ini ditopang oleh varian pick up di April – Agustus sejumlah 364 unit. Jumlah ini naik 24% dibanding kurun waktu yang sama tahun 2017 lalu yang sebanyak 294 unit.
 
Kenaikan tertinggi dibukukan varian truk, jika tahun lalu merek asal Bollywood itu mampu menjual sebanyak 67 unit, sekarang 164 unit atau meningkat 193 persen.
 
Sementara itu, Wilda juga menyampaikan dari total jumlah truk yang terjual 70 persen di antaranya terserap oleh sektor pertambangan. Baik tambang batubara, tambang nikel, pasir dan lain-lain. Kemudian sisanya diserap sektor perkebunan, pertanian, konstruksi dan logistik.
 
Jika melihat tren penjualan mobil komersial ini, memang seakan punya dunia sendiri. Mengingat bukan hanya Tata Motors yang mampu merasakan itu. Namun lebih merata ke beberapa brand mobil komersial yang ada di tanah air. Misalnya Hino, Mitsubishi Fuso dan Colt Diesel, bahkan pemain Korea dan Tiongkok seperti Hyundai dan DFSK.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif