Solo: Wuling Indonesia memberi kesempatan untuk mencoba langsung Wuling Cortez yang jadi produk kedua mereka untuk Indonesia. Rute Semarang-Solo-Boyolali-Magelang-Solo pun jadi saksi pada 28 Februari hingga 2 Maret 2018 lalu sejauh 254,6 km.
Medcom.id jadi salah satu dari 20 jurnalis yang cukup beruntung merasakan performa mobil ini dalam segala kondisi jalan. Tentu ini jadi pengalaman tersendiri, terlebih mobil ini jadi perbincangan banyak orang karena harga yang jauh lebih murah, namun fiturnya berlimpah. Tipe yang kami coba merupakan tipe tertinggi.
Dimensi & Desain
Seperti halnya mobil MPV (multi purpose vehicle), Wuling Cortez diposisikan pada MPV medium. Dimensinya cukup besar, 4.780mm x 1.816mm x 1.755mm (PxLxT), sumbu roda 2.750mm.
Fascia depan elegan dengan bentuk lampu utama terlihat modern, berisi sepasang projector ditiap lampu yang sudah menggunakan LED dan LED DRL. Grill besar dengan lapisan krom kontras dengan logo Wuling warna merah menyala.
Sisi mobil diberi garis tegas dari atas roda depan menyambung hingga lampu belakang. Jika fascia depan nampak elegan dan proporsional, dari belakang mobil ini terlihat agak gemuk. Bagian ini bukan selera semua orang memang.
Interior termasuk elegan dan mewah, dashboard berlapis bahan empuk dan aksen kayu. Bahan empuk ini masih terdapat pada pintu dengan jahitan asli dan rapi.
Akomodasi
Sebagai mobil untuk membawa keluarga, mobil ini punya tiga baris kursi dan pilihan daya angkut tujuh atau delapan penumpang. Untuk versi tujuh penumpang, kursi baris kedua model captain seat.
Lalu untuk versi delapan penumpang, baris kedua model biasa dengan ruang kaki yang lega. Menariknya seluruh kursi sudah dilapisi kulit, head rest dan seat belt lengkap dengan seat belt reminder ditiap kursi.
Ruang bagasi pun cukup besar dan jika kurang Anda bisa melipat baris ketiga. Sayangnya untuk menahan baris ketiga agar tidak terjatuh, masih harus menggunakan batang besi seperti halnya Wuling Confero.
Fitur & Teknologi
Seperti yang kami sebutkan diawal, mobil ini punya fitur berlimpah, anti-lock braking system, electric brake distribution, brake assist, electric stability control, hill hold control.
Kurang? Ada electric parking brake, automatic vehicle holding, hill hold control, traction control, ISOFIX, dual airbag, emergency brake signal yang semuanya sudah jadi standar.
Tidak cuma itu, beberapa fitur tambahan juga disediakan, mulai dari head unit berlayar 8 inci yang terkoneksi dengan bluetooth, kamera parkir, sensor parkir.
Lalu tire pressure monitoring system, sun roof, USD charging, ac otomatis, steering wheel control, jok dengan pengaturan elektrik, dan power window di semua kaca.
Layar MID juga sangat informatif, termasuk fitur unik ajakan untuk 'ngopi' yang bisa Anda baca disini.
Kenyamanan
Bisa dikatakan ini adalah Xiaomi-nya industri otomotif. Kenyamanan penumpang sangat diperhatikan, selain semua jok berlapis kulit, head rest dan mendapat seat belt, pengaturan kursi baris terdepan sudah elektrik dan kekedapan kabin yang mantap.
Untuk pengemudi ada pengaturan ketinggian duduk, sayang untuk pengaturan setir baru tilt steering, belum termasuk teleskopic. Kami juga mencoba duduk ditiap baris kursi dan mendapatkan impresi yang berbeda.
Jadi penumpang baris pertama jelas nyaman, ruang kaki lega dan jok menopang tubuh dengan baik. Baris kedua model captain seat pun begitu, bahkan lebih nyaman. Baris ketiga, paha tak tertopang jok dengan baik, ruang kepala agak sempit untuk penumpang bertinggi 175cm.
Untuk penumpang dengan postur tubuh lebih pendek mungkin akan lebih nyaman. Dan penumpang baris ketiga tak harus 'mengemis' hembusan AC, karena ada tiga ventilasi yang disediakan.
Peredam kejut ditunjang suspensi McPherson Strut Coil Spring di depan dan coil spring di bagian belakang. Suspensi yang dihadirkan empuk dan nyaman, tapi suspensi belakang masih 'ajrut-ajrutan' meski tak separah Toyota Avanza.
Performa
Rute yang kami lewati bervariasi, jalan tol, jalan antar kota hingga jalur pegunungan sempit menanjak berliku. Kami cukup puas dengan performa yang diberikan Cortez dengan transmisi i-AMT.
Mesin 1.798cc mampu hasilkan tenaga sebesar 129 daya kuda pada 5.600 rpm dan torsi sebesar 174 nm pada 3.600-4.600 rpm. Tenaga mesin disalurkan untuk menggerakkan roda depan.
Transmisi i-AMT bisa digunakan sesuai kondisi jalan. Misal untuk berkendara santai dijalan rata cukup posisi D dengan mode Eco, jika kurang mantap bisa jajal pada posisi D dengan mode Sport.
Tanjakan terjal bisa dilibas dengan memindahkan tuas transmisi pada mode Manual. Anda cukup menggeser naik-turun tuas untuk menyesuaikan penggunaan lima gigi perseneling yang digunakan.
Transmisi i-AMT menawarkan dua transmisi sekaligus, tapi Anda harus paham cara penggunaannya untuk mendapatkan kelebihan transmisi ini. Mengenai i-AMT bisa Anda baca disini.
Konsumsi bahan bakar mobil ini pun terbilang irit, bahkan setara dengan MPV bermesin 1.500cc. Seberapa iritkah? Bisa Anda baca pada artikel disini.
Kelebihan & Kekurangan
Sebagai pemain baru dikelas medium MPV, Wuling Cortez punya sejumlah kelebihan, mulai dari harga jual kompetitif (Rp218-Rp264 juta), jaringan dealer semakin banyak, transmisi unik i-AMT dan fitur yang bahkan tak dimiliki kompetitor asal Jepang.
Kekurangannya beberapa bagian finishingnya kurang rapi seperti pada ujung penutup sun roof, lalu bahan plafon yang berkesan murahan, tak ada defogger pada kaca belakang, suspensi belakang yang masih ajrut-ajrutan meski tak parah dan ukuran pelek 16 inci yang terlihat kekecilan.
Kesimpulan
Cortez dengan harga yang ditawarkan serta fitur yang dimilikinya sangat menarik dan menggoda banyak orang. Namun banyak dari mereka yang masih perlu waktu untuk melihat kualitas mobil dan jaminan aftersales. Jika sukses membuktikan hal tersebut, maka tinggal waktu bagi Wuling jadi salah satu pemain besar otomotif tanah air.
Solo: Wuling Indonesia memberi kesempatan untuk mencoba langsung Wuling Cortez yang jadi produk kedua mereka untuk Indonesia. Rute Semarang-Solo-Boyolali-Magelang-Solo pun jadi saksi pada 28 Februari hingga 2 Maret 2018 lalu sejauh 254,6 km.
Medcom.id jadi salah satu dari 20 jurnalis yang cukup beruntung merasakan performa mobil ini dalam segala kondisi jalan. Tentu ini jadi pengalaman tersendiri, terlebih mobil ini jadi perbincangan banyak orang karena harga yang jauh lebih murah, namun fiturnya berlimpah. Tipe yang kami coba merupakan tipe tertinggi.
Dimensi & Desain
Seperti halnya mobil MPV (multi purpose vehicle), Wuling Cortez diposisikan pada MPV medium. Dimensinya cukup besar, 4.780mm x 1.816mm x 1.755mm (PxLxT), sumbu roda 2.750mm.
Fascia depan elegan dengan bentuk lampu utama terlihat modern, berisi sepasang projector ditiap lampu yang sudah menggunakan LED dan LED DRL. Grill besar dengan lapisan krom kontras dengan logo Wuling warna merah menyala.
Sisi mobil diberi garis tegas dari atas roda depan menyambung hingga lampu belakang. Jika fascia depan nampak elegan dan proporsional, dari belakang mobil ini terlihat agak gemuk. Bagian ini bukan selera semua orang memang.

Interior termasuk elegan dan mewah, dashboard berlapis bahan empuk dan aksen kayu. Bahan empuk ini masih terdapat pada pintu dengan jahitan asli dan rapi.
Akomodasi
Sebagai mobil untuk membawa keluarga, mobil ini punya tiga baris kursi dan pilihan daya angkut tujuh atau delapan penumpang. Untuk versi tujuh penumpang, kursi baris kedua model captain seat.
Lalu untuk versi delapan penumpang, baris kedua model biasa dengan ruang kaki yang lega. Menariknya seluruh kursi sudah dilapisi kulit, head rest dan seat belt lengkap dengan seat belt reminder ditiap kursi.

Ruang bagasi pun cukup besar dan jika kurang Anda bisa melipat baris ketiga. Sayangnya untuk menahan baris ketiga agar tidak terjatuh, masih harus menggunakan batang besi seperti halnya Wuling Confero.
Fitur & Teknologi
Seperti yang kami sebutkan diawal, mobil ini punya fitur berlimpah, anti-lock braking system, electric brake distribution, brake assist, electric stability control, hill hold control.
Kurang? Ada electric parking brake, automatic vehicle holding, hill hold control, traction control, ISOFIX, dual airbag, emergency brake signal yang semuanya sudah jadi standar.
Tidak cuma itu, beberapa fitur tambahan juga disediakan, mulai dari head unit berlayar 8 inci yang terkoneksi dengan bluetooth, kamera parkir, sensor parkir.

Lalu tire pressure monitoring system, sun roof, USD charging, ac otomatis, steering wheel control, jok dengan pengaturan elektrik, dan power window di semua kaca.
Layar MID juga sangat informatif, termasuk fitur unik ajakan untuk 'ngopi' yang bisa Anda baca
disini.
Kenyamanan
Bisa dikatakan ini adalah Xiaomi-nya industri otomotif. Kenyamanan penumpang sangat diperhatikan, selain semua jok berlapis kulit, head rest dan mendapat seat belt, pengaturan kursi baris terdepan sudah elektrik dan kekedapan kabin yang mantap.
Untuk pengemudi ada pengaturan ketinggian duduk, sayang untuk pengaturan setir baru tilt steering, belum termasuk teleskopic. Kami juga mencoba duduk ditiap baris kursi dan mendapatkan impresi yang berbeda.
Jadi penumpang baris pertama jelas nyaman, ruang kaki lega dan jok menopang tubuh dengan baik. Baris kedua model captain seat pun begitu, bahkan lebih nyaman. Baris ketiga, paha tak tertopang jok dengan baik, ruang kepala agak sempit untuk penumpang bertinggi 175cm.

Untuk penumpang dengan postur tubuh lebih pendek mungkin akan lebih nyaman. Dan penumpang baris ketiga tak harus 'mengemis' hembusan AC, karena ada tiga ventilasi yang disediakan.
Peredam kejut ditunjang suspensi McPherson Strut Coil Spring di depan dan coil spring di bagian belakang. Suspensi yang dihadirkan empuk dan nyaman, tapi suspensi belakang masih 'ajrut-ajrutan' meski tak separah Toyota Avanza.
Performa
Rute yang kami lewati bervariasi, jalan tol, jalan antar kota hingga jalur pegunungan sempit menanjak berliku. Kami cukup puas dengan performa yang diberikan Cortez dengan transmisi i-AMT.
Mesin 1.798cc mampu hasilkan tenaga sebesar 129 daya kuda pada 5.600 rpm dan torsi sebesar 174 nm pada 3.600-4.600 rpm. Tenaga mesin disalurkan untuk menggerakkan roda depan.
Transmisi i-AMT bisa digunakan sesuai kondisi jalan. Misal untuk berkendara santai dijalan rata cukup posisi D dengan mode Eco, jika kurang mantap bisa jajal pada posisi D dengan mode Sport.
Tanjakan terjal bisa dilibas dengan memindahkan tuas transmisi pada mode Manual. Anda cukup menggeser naik-turun tuas untuk menyesuaikan penggunaan lima gigi perseneling yang digunakan.

Transmisi i-AMT menawarkan dua transmisi sekaligus, tapi Anda harus paham cara penggunaannya untuk mendapatkan kelebihan transmisi ini. Mengenai i-AMT bisa Anda baca
disini.
Konsumsi bahan bakar mobil ini pun terbilang irit, bahkan setara dengan MPV bermesin 1.500cc. Seberapa iritkah? Bisa Anda baca pada artikel
disini.
Kelebihan & Kekurangan
Sebagai pemain baru dikelas medium MPV, Wuling Cortez punya sejumlah kelebihan, mulai dari harga jual kompetitif (Rp218-Rp264 juta), jaringan dealer semakin banyak, transmisi unik i-AMT dan fitur yang bahkan tak dimiliki kompetitor asal Jepang.

Kekurangannya beberapa bagian finishingnya kurang rapi seperti pada ujung penutup sun roof, lalu bahan plafon yang berkesan murahan, tak ada defogger pada kaca belakang, suspensi belakang yang masih ajrut-ajrutan meski tak parah dan ukuran pelek 16 inci yang terlihat kekecilan.
Kesimpulan
Cortez dengan harga yang ditawarkan serta fitur yang dimilikinya sangat menarik dan menggoda banyak orang. Namun banyak dari mereka yang masih perlu waktu untuk melihat kualitas mobil dan jaminan aftersales. Jika sukses membuktikan hal tersebut, maka tinggal waktu bagi Wuling jadi salah satu pemain besar otomotif tanah air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)