First Drive

New Nissan Leaf, Tawarkan Sensasi Mobil Balap

Ahmad Garuda 13 Februari 2018 10:25 WIB
test drivenissan
New Nissan Leaf, Tawarkan Sensasi Mobil Balap
Nissan Leaf tawarkan sensasi berkendara mobil balap. medcom.id/Ahmad Garuda
Singapura: Mengendarai mobil-mobil yang dimodifikasi khusus untuk performa tinggi, ekspektasi takkan jaduh dari mesin performa tinggi dengan karakter fun to drive. Torsi besar dan tenaga buas, sudah menjamin itu semua. Namun apa ekspektasi Anda ketika akan mengendarai mobil yang ditenagai mesin listrik?

Kebanyakan dari kita menganggap bahwa performanya akan jauh dari mobil performa tinggi. Namun ketika tim medcom.id mendapat kesempatan mengendarai jajaran mobil listrik Nissan Leaf dan Note e-Power, asumsi tersebut tiba-tiba hilang. Mulai dari torsi besar, tenaga mumpuni hingga ragam fitur mewahnya, bakal sulit ditemui di mobil lainnya.

Sensasi Torsi Besar
Sebagai pengendara yang terbiasa mengemudi di kota Jakarta yang super padat, mengendarai mobil dengan torsi besar hingga 320 Newton meter (Nm), pasti jadi kesenangan tersendiri. Sayang, saat melakukan pengetesan Leaf dan Note e-Power di Nanyang Technological University di zona pengujian autonomous car pada 7 Februari 2018 lalu, trek pengujian tak memiliki trek lurus yang cukup panjang.

Adapun catatan penting saat pengetesan dalam trek yang tidak cukup panjang itu, saya rasakan lebih dari cukup untuk membuatku terpesona. Terutama soal torsi awal dari titik diam hingga kecepatan 40 km per jam. Gaya hentak atau gravitasi motor listrik yang menggerakkan keempat rodanya, seakan membuat tubuh melekat erat ke sandaran jok mobil.


Sementara untuk power atau tenaga maksimal sebesar 110 kW di Leaf atau setara dengan 150 daya kuda (dk), tak bisa kami uji. Terbatasnya trek dan peruntukannya bukan untuk melakukan perngetesan performa jadi penghalang.

Berbeda dengan Leaf, Note e-Power memiliki hentakan tenaga lebih lembut. Namun jika dibandingkan dengan Note versi internal combustion engine (ICE), sensasinya memang terasa sangat jauh berbeda.

Fitur e-Pedal
Fitur e-Pedal ini jadi tawaran sensasi berkendara yang lebih rileks ala Nissan. Teknologi satu pedal ini memungkinkan tuas gas dan tuas pedal bersatu di mobil anyar pabrikan asal Jepang itu. Jika menekan tuas gas, maka akselerasi akan terjadi. Namun ketika tuas gas dilepas, maka deselerator mesin listrik akan bekerja seiring bekerjanya sistem pengereman dari keempat rodanya.

Ini membuat kaki pengendara tak usah lagi mengoperasikan tuas rem dalam beberapa kondisi. Misalnya berada di persimpangan lampu merah, kondisi macet, hingga jalan menanjak dan menurun bahkan untuk kondisi jalan yang cukup licin. Fitur ini juga sekaligu membuat penghentian mobil akan berlangsung dengan sangat moderat tanpa adanya pengereman ekstrim yang biasanya menghentak.

Hal lain yang istimewa saat melakukan pengereman adalah pola pengisian baterai kembali. Sistem ini sangat mirip dengan teknologi yang digunakan ajang balap Formula 1 yaitu sistem kinetic energy recovery system (KERS). Energi kinetik atau panas yang dihasilkan pengereman, diubah kembali jadi energi listrik untuk mengisi baterai.

Fitur Pro-Pilot
Teknologi otonom yang ditanam Nissan di mobil ini, diyakini akan sangat membantu. Khususnya bagi mereka yang anti repot saat berkendara di jalan tol dan untuk mencari parkir. Lantaran fitur propilot yang tertanam di mobil ini sudah menjamin Anda bisa berkendara dengan cara yang lebih rileks.

Untuk teknologi ini, kami juga tidak melakukan pengujian. Namun ini patut digarisbawahi jika Anda salah satu pecinta mobil listrik dan rindu dengan fitur-fitur terbaiknya. Dan jangan membandingkannya dengan Tesla yang memang segmentasinya agak berbeda. Meski sama-sama mobil listrik, tapi keduanya peta pasar berbeda.

Selebihnya, kami belum bisa berbicara banyak tentang fitur-fitur unggulannya. Karena momentum pengetesan sangat singkat. Berharap saja, regulasi mobil listrik untuk Indonesia segera rampung dan Nissan bisa membawanya ke negara ini.



(UDA)