Perebutan gelar juara dunia kelas 66 kg tersebut merupakan pertandingan profesional pertama atlet tinju asli Papua di kancah dunia. "Untuk target merebut sabuk juara WBO, petinju Papua Geisseler Ap ini terus berlatih fisik dan teknik dengan diasuh pelatih Yudas Mofu. Target merebut juara menjadi prioritas utama," tutur Wakil Sekjen Komisi Tinju Profesional Indonesia, Anggiat Wanma.
Dirinya melanjutkan, laga internasional tinju dunia WBO di GOR Cendrawasih diharapkan menyajikan duel yang menarik. "Duel tinju internasional atlet profesional Papua Geisseler Ap diharapkan dapat menarik minat anak muda Papua untuk menggeluti tinju profesional," sambungnya.
Selain duel partai utama Geisseler AP melawan Frits William Smith, pihak promotor juga menggelar partai tambahan petinju asli tanah Papua untuk kenaikan peringkat nasional.
Menurut Anggiat, Petinju asli Papua yang akan diorbitkan dalam partai tambahan itu diantaranya juara nasional Sam F.Puadi di kelas bulu 57 kg (juara nasional), Ramadhan Gebze serta Hengky Baransano versus Melianus Merin (peringkat 1 nasional) serta Paulus Baransano. Para petinju tersebut akan memperebutkan sabuk emas Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat serta sabuk Sinode GKI di tanah Papua. (ANTARA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News