Dengan kemenangan ini, Jakarta BNI berada puncak klasemen sementara dengan nilai delapan. Sedangkan, Surabaya Samator harus rela turun ke peringkat dua.
Pelatih Surabaya Samator, Ibarsyah Djanu Tjahyono legowo dan mengakui timnya tak bermain cukup bagus. Ia merasa Surabaya Samator pantas kalah karena melakukan sejumlah kesalahan, di antaran blok yang lemah, umpan toser yang mudah terbaca, dan sederet kesalahan saat melakukan servis.
"Saya melihat tidak ada koneksi passing bola di antara pemain. Saya bakal membehani fisik, blok, serta seris sebelum tampil pada dua laga selanjutnya," geramnya.
Sementara itu, pelatih Jakarta BNI Taplus, Edwardo De Paolo mengaku cukup senang dengan performa timnya meskipun harus bermain ketat hingga lima set. Kemenangan ini membuatnya makin optimistis Jakarta BNI Taplus bisa melaju hingga final.
Jakarta BNI Taplus akan menghadapi Palembang Bank Sumselbabel pada Sabtu 7 Mei. Sedangkan Surabaya Samator akan bertemu Jakarta Pertamina Energi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News