Pada pertandingan set pertama, Jakarta Elektrik mengunci kemenangan cepat dengan skor 25-15. Namun, pada set kedua, kemenangan direbut Jakarta PGN Popsivo yang tampak memperbaiki permainan.
Pada set ketiga, sempat terjadi insiden salah posisi pemain yang dilakukan Jakarta PGN Popsivo. Pelatih Jakarta Elektrik PLN, Tein Mei sempat emosional mengetahui hal itu.
Tein Mei dan pemainnya sempat menyampaikan protes itu kepada sang pengadil dan pertandingan sempat dihentikan beberapa menit. Sayangnya, protes yang dilakukan Jakarta Elektrik tak dipenuhi dan laga tetap dilanjutkan.
Kendati begitu, Jakarta Elektrik memenangi set ketiga dan keempat (25-21 dan 25-15). Akhirnya, Jakarta Elektrik menang 3-1 atas Jakarta PGN Popsivo.
Pelatih Jakarta PGN Popsivo, Muhamad Anshori mengatakan sebelumnya anak-anak asuhnya menunjukkan grafik peningkatan pada set kedua. Namun, pada dua set terakhir, para pemainnya banyak membuang peluang yang seharusnya menjadi poin.
"Kami banyak buang bola, dari yang seharusnya poin menjadi terbuang," ucapnya.
Asisten pelatih Jakarta Elektrik Bonapea mengatakan akan berusaha menjaga irama permain tim agar tidak kendor. Terlebih, timnya akan bertanding dalam final four dengan raihan dua kemenangan terakhir. "Kami berharap tim ini tidak turun, tapi terus naik," kata dia.
Dengan kemengan ini, tim putri Jakarta Elektrik PLN mengokohkan posisi di puncak klasemen sementara putaran final Proliga 2016. Sedangkan, Jakarta PGN Popsivo tetap berada di dasar klasemen dengan belum sekalipun meraih kemenangan.
Pada laga terakhir, Minggu 8 Mei, tim putri Jakarta Elektrik PLN akan menantang Jakarta Pertamina Energi. Pada pertandingan lain, Jakarta PGN Popsivo akan menghadapi Gresik Petrokimia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News