Meski kalah, posisi kedua tim tak mengalami perubahan di klasemen putaran final four Proliga 2016. Tim putri Jakarta Elektrik PLN tetap berada di pucuk klasemen dengan koleksi 14 poin dari enam pertandingan. Sementara itu, tim putri Jakarta Pertamina Energi berada di posisi kedua dengan kumpulan 12 poin.
Jalannya pertandingan sukses dikuasai tim putri Jakarta Pertamina. Mereka berhasil merebut dua set pertandingan dengan mudah ketika mampu mengunci kemenangan.
Jakarta Elektrik sempat berusaha mengubah kondisi ketika memainkan set ketiga. Sayangnya, upaya mereka yang mampu menyalip poin tetap gagal karena Jakarta Pertamina tidak tak mau mengalah begitu saja.
Asisten pelatih tim putri Jakarta Elektrik PLN, Alex Bonapea, sempat mengomentari tren negatif yang harus diterima anak-anak asuhnya. Menurutnya, hasil pertandingan ini sudah berada diluar harapan jajaran pelatih.
"Keinginannya menang tapi kondisi terpuruk dan dalam tak maksimal. Serangan dan pertahanan lawan sangat kuat. Banyak serangan kami yang dipatahkan oleh mereka" kata Alex seusai laga.
Hasil kekalahan itu akan menjadi evaluasi penting bagi Jakarta Elektrik yang akan kembali bersua Jakarta Pertamina di grand final Proliga 2016 di Jakarta, sepekan ke depan.
Pelatih tim putri Jakarta Pertamina, Rico Herlambang, mengatakan kemenangan bukan menjadi tolak ukur. Menurut dia, Jakarta Elektrik tidak terlihat main ngotot. "Kami hanya main normal. Alhamdulillah, dikasih kemenangan," ucap Rico.
Kedua tim akan kembali berhadapan dalam fase Grand Final. Menurut Rico, peluang untuk menjadi juara masih terbuka. "Siapa yang siap mental di final, itu akan menjadi yang terbaik," tutup Rico.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News