"Kami sempat menjadi yang terbaik pada Final Four. Itu sudah menunjukkan bahwa upaya Pelatih Kepala Joao Eduardo de Paula dan para pemain sudah maksimal,” ujar Manajer Tim Jakarta BNI Taplus Endang Hidayatullah di Jakarta, Minggu (15/05/2016).
Jakarta BNI Taplus sebetulnya mampu menyulitkan Surabaya Samator. Buktinya, mereka mampu memenangkan dua dari lima set permainan.
“Kami terseok-seok di papan bawah klasemen pada awal Kompetisi. Kemudian berubah menjadi tim yang solid dan menempati papan atas klasemen pada Final Four. Setelah itu kami tampil bagus di laga final,” kata Endang.
Keberhasilan melaju hingga babak final merupakan buah dari kerja keras BNI Taplus untuk meningkatkan skuat. Salah satunya memboyong atlet voli timnas Indonesia, Aji Maulana, Sigit Ardian, dan Dimas Saputra. Setelah itu, mereka tetap memilih Joao Eduardo de Paula sebagai Pelatih Kepala.
“Hasil dari pertandingan sepanjang kompetisi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim Jakarta BNI Taplus ke depan,” ujar Endang.
Meski kalah pada final 2016, BNI Taplus masih tercatat sebagai tim paling sukses di Proliga. Sejauh ini, mereka lima kali meraih trofi juara. Di belakang BNI Taplus ada Surabaya Samator yang mencatat empat kali meraih gelar juara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News