Hegemoni Armstrong dimulai dari TdF tahun 1999. Saat itu, Armstrong baru sekitar satu tahun kembali ke dunia balap setelah divonis mengalami kanker stadium tiga pada 1996.
Setelah menempati posisi empat pada ajang Tour de France tahun 19988, Armstrong merebut gelar perdananya pada tahun 1999. Dia jadi juara TdF 2009 usai menjadi yang tercepat pada empat etape.
Namun, suksesnya ini belum membuat orang mengakui kapasitas percaya bahwa pesepeda asal Amerika Serikat ini. Pasalnya, saat itu beberapa pembalap favorit seperti Jan Ulrich (cedera), dan Marco Pantani (dugaan doping) absen.
Armstrong kemudian menjawab keraguan tersebut dengan memenangi TdF tahun 2000, dan kemudian melanjutkan keperkasaannya dengan memenangi lima event berikutnya secara beruntun, hingga akhirnya merebut titel juara TdF ketujuhnya pada tahun 2005, tepat pada tanggal 24 Juli atau hari ini satu dekade silam.
Usai kemenangan tersebut, Armstrong yang saat itu berusia 34 tahun memutuskan pensiun. Prestasi besarnya itu sontak membuatnya jadi legenda di ajang Tour de France, meski diiringi isu penggunaan doping yang dilakukannya.
Karena kecintaannya terhadap dunia balap sepeda, Armstrong memutuskan "turun gunung" dan kembali ambil bagian pada Tour de France tahun 2009. Di usianya yang saat itu sudah 38 tahun, Armstrong masih cukup tangguh di mana ia berada di urutan tiga pada akhir event.
Namun, faktor usia tidak bisa dibohongi. Di event tahun berikutnya, Armstrong tak mampu berbicara banyak dan harus puas berada di posisi 23 klasemen akhir. Akhirnya, Armstrong benar-benar pensiun pada 16 Februari 2011.
Pada 2012, nama besar Lance Armstrong akhirnya runtuh. Dugaan banyak kalangan soal doping akhirnya terbukti setelah Badan Anti-Doping Amerika Serikat (USADA) mengungkapkan hasil penyelidikan mereka yang membuktikan bahwa Armstrong menggunakan doping selama berkarier di dunia balap sepeda.
Meski dulu sempat membantah, Armstrong akhirnya mengakui tuduhan tersebut. Ia tidak melakukan banding atas tudingan USADA. Badan Anti-Doping Dunia (WADA) akhirnya menjatuhkan hukuman seumur hidup, dan yang lebih parahnya, tujuh gelar juara Tour de France yang diraihnya dicabut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News