Siapa sangka dibalik perawakan manisnya, pemain yang berposisi sebagai open spiker ini seorang prajurit TNI Angkatan Udara (AU) berpangkat Sersan II. Cita-citanya menjadi prajurit TNI terbukti tak menghalangi hobinya untuk bermain voli.
Perempuan berusia 20 tahun ini mengaku sengaja memilih Angkatan Udara agar tetap bisa bermain voli. Spiker yang memiliki smash mematikan ini juga sempat memperkuat tim voli putri TNI AU.
"Soalnya di TNI AU bisa kerja sambil main voli dan ada mess khusus atlet volinya juga. Selain itu bisa menyesuaikan jadwal latihan, dan juga msih bisa ikut Proliga," tuturnya usai mengikuti sesi latihan di GOR Sritex Solo, Minggu (27/3/2016).
Proliga 2016 merupakan kesempatan pertama Hani untuk bergabung dengan Jakarta Pertamina Energi. Baginya tidak ada kesulitan khusus untuk menyesuaikan diri bersama tim asuhan pelatih Risco Herlambang.
"Kalau mulai gabung ke JPE sih enak dan nyaman timnya, soalnya sudah kenal juga dengan teman-teman di sini. Jadi tidak terlalu susah menyesuaikan juga," ucap Hany.
"Paling kesulitannya mulai latihan berat lagi sekarang. Saya sempat vakum delapan bulan karena harus pendidikan TNI AU di Solo dan Yogyakarta," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News