Pada set pertama, Surabaya Samator terus memimpin perolehan angka hingga menyegel kemenangan set pertama 25-20. 1-0 untuk Surabaya Samator. Pada set kedua, saling menyalip angka tak terelakkan. Namun, permainan apik Surabaya Samator sulit ditandingi Jakarta Pertamina Energi. Surabaya Samator bertambah unggul menjadi 2-0.
Pada set ketiga, permainan luar biasa Surabaya Samator berlanjut. Anak-anak Jakarta Pertamina seperti terbawa ritme permainan Samator. Akhirnya, Surabaya Samator menang 3-0 usai memenangi set ketiga 25-15.
Pelatih Surabaya Samator, Ibarsyah Djanu Tjahyono mengatakan telah membakar semangat timnya bahwa final hari ini untuk menuju grand final. Hasilnya, para pemain Surabaya Samator mampu memenangi permainan reli-reli panjang dan bertanggung jawab dengan posisinya.
"Hari ini para pemain seperti tidak terbebani," kata Ibarsyah usai pertandingan," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, timnya menunjukkan sejumlah kelebihan dalam permainan hari ini. Ia mencontohkan, blok, receive, hingga toser bisa berfungsi dengan baik.
"Kemarin kalah (dari Jakarta BNI Taplus) karena receive jelek dan akhirnya tidak bisa membalikkan keadaan. Tapi hari ini kami bermain kolektif," ungkapnya.
Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Octavian mengatakan tim seperti bermain dengan memikul beban. Ia melihat anak asuhnya keram membuat kesalahan. Kesalahan, kata dia, akhirnya dimanfaatkan Surabaya Samator untuk terus menyerang. "Jadi ya (para pemain) serba salah," ucap Octavian.
Ia mengakui berat jika menarget para pemain untuk menang 3-0. Menurut dia, tim yang ia pegang kalah pengalaman dengan tim lawan. "Kita banyak pemain baru, sementara mereka pemain lama dan adayang binaan," jelasnya.
Pada laga terakhir Final Four kedua Proliga 2016 besok, Surabaya Samator akan berhadapan dengan Palembang Bank Sumselbabel. Sementara, Jakarta Pertamina Energi akan menghadapi Jakarta BNI Taplus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News