Suasana pertandingan Jakarta BNI Taplus - Surabaya Samator. (Foto: Mtvn/ Ahmad Mustaqim)
Suasana pertandingan Jakarta BNI Taplus - Surabaya Samator. (Foto: Mtvn/ Ahmad Mustaqim)

Jakarta BNI Taplus Ungguli Surabaya Samator

Ahmad Mustaqim • 06 Mei 2016 23:07
medcom.id, Yogyakarta: Tim putra Jakarta BNI Taplus berhasil mengalahkan Surabaya Samator pada babak final four kedua di GOR Amongrogo, Yogykarta, Jumat 6 Mei. Jakarta BNI menang dengan skor 3 - 2 (25 - 16, 20 - 25, 25 - 22, 20 - 25, dan 16 - 18).
 
Surabaya Samator sebenarnya unggul pada set pertama dengan skor 25 - 16. Namun, pada set kedua, Jakarta BNI Taplus memperbaiki kualitas dan variasi serangan. Hasilnya, mereka unggul 14 - 10 atas Surabaya Samator. Keunggulan terus berlanjut saat papan skor 24 - 19. Akhirnya, set kedua menjadi miliki Jakarta BNI Taplus dengan nilai 25 - 20. Skor berimbang 1 - 1.
 
Pada set ketiga kejar mengejar angka tak terelakkan. Smash-smash tajam juga diperagakan kedua tim. Pada set ketiga ini, kemenangan kembali menjadi milik Surabaya Samator dengan nilai 25 - 22. Skor berubah, Surabaya Samator 2 - 1 Jakarta BNI Taplus.

Pada pertandingan set keempat skor kembali sama 2 - 2. Hal itu terjadi setelah Jakarta BNI Taplus bisa mengumpulkan nilai 20 - 25 untuk keunggulan tim ini. Sebetulnya, pertandingan pada set ini berjalan cukup ketat. Namun, Jakarta BNI Taplus bisa memanfaatkan celah dengan lemahnya blok yang digalang para pemain Surabaya Samator.
 
Pada set penentu atau set kelima, sengitnya pertandingan sangat terasa saat angka di papan skor menunjukkan 5 - 5. Bahkan, kejar mengejar angka berlangsung hingga menjelang set kelima usai. Keberuntungan milik Jakarta BNI Taplus karena akhirnya mereka memenangi set kelima dengan nilai 18 - 16.
 
Dengan kemenangan ini, Jakarta BNI berada puncak klasemen sementara dengan nilai 8. Sedangkan Surabaya Samator harus rela turun ke peringkat dua.
 
Pelatih Surabaya Samator, Ibarsyah Djanu Tjahyono mengakui kalau timnya tak bermain cukup bagus. Sejumlah kelemahan sudah ia kantongi diantaranya koordinasi blok yang lemah, umpan toser yang mudah terbaca, dan banyaknya kesalahan saat melakukan servis.
 
"Saya melihat tidak ada koneksi passing bola yang dilakukan," katanya.
 
Untuk dua pertandingan selanjutnya, Ibrasyah mengatakan akan membenahi kemampuan fisik, blok, dan servis. "Tim kami hari ini banyak kegagalan yang dilakukan," ucapnya.
 
Sementara pelatih Jakarta BNI Taplus, Edwardo De Paolo mengaku cukup senang dengan performa timnya meskipun harus bermain ketat hingga lima set. Ia masih merasa optimistis timnya bisa melaju hingga final.
 
Pada pertandingan besok, Jakarta BNI Taplus akan menghadapi Palembang Bank Sumselbabel, serta Surabaya Samator akan bertemu Jakarta Pertamina Energi.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan