Di babak final, Aprilia Manganang dan kawan-kawan berhasil memenangkan duel atas rival sekota, Pertamina Energi dengan skor dramatis 3-2 (25-20, 25-28, 17-25, 19-25 dan 15-8).
Bukan hanya mempertahankan gelar, skuat besutan Tien Mien ini juga menambah koleksi gelar juara mereka menjadi lima kali. Sebelumnya, JEP juga menjadi yang terbaik di Proliga pada 2004, 2009, 2011, dan 2015.
Meski memenangi juara, Tien Mien mengaku ada beberapa situasi yang membuat para pemain kebingungan dan seakan tampil terburu-buru untuk menyelesaikan pertandingan.
"Posisi bingung waktu mau passing. Mereka juga ingin segera selesai dan terburu-buru mau bermain bagus, tetapi tidak bagus," kata dia.
Pelatih asal Tiongkok itu tetap mengkritik upaya block dan defence dari anak-anak asuhannya pada set ketiga dan keempat. Untungnya, pada set kelima, ia mengaku para pemain sudah menemukan posisi yang pas sehingga dapat berkonsentrasi pada permainan dan dapat melakukan serve lebih berani.
"Anak-anak hari ini main bagus dan kuat karena berhasil di lima set," tutur dia.
Di sektor putra, tim Surabaya Samator menganulir ambisi Jakarta BNI Taplus untuk menggenggam trofi Proliga keenamnya pada musim ini. Meski terbilang bukan tim favorit, Samator mampu mempermalukan perlawanan Jakarta BNI dengan skor telak 3-0 (25-18, 25-22, 25-22). (Antara)
Berikut serba terbaik di Proliga 2016:
Pemain Terbaik Putri: Aprilia Manganang (JEP)
Pemain Terbaik Putra: Rivan (Samator)
Pelatih Terbaik Putri: Tien Mien (JEP)
Pelatih Terbaik Putra: Hadi Sampurno (Samator)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News