Bagi Sean, ini adalah kali pertama ia benar-benar turun balapan di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.
“Saya sangat senang akhirnya bisa balapan di Mandalika. Ini seperti bagian terakhir dari puzzle. Saya sudah melakukan banyak hal di sana, tapi belum pernah benar-benar balapan melawan rival yang kuat. Kesempatan itu akhirnya datang,” ujar Sean.
Keikutsertaan Sean Gelael disambut baik oleh Direktur Utama MGPA Priandhi Satria. Ia menyebut kehadiran pembalap Indonesia di level internasional seperti Sean akan memberikan nilai tambah dari sisi sporting maupun daya tarik event.
“Kami sangat bangga dan antusias menyambut keikutsertaan Sean Gelael di GT World Challenge Asia di Mandalika. Ini adalah momen penting, bukan hanya bagi Sean sebagai pembalap, tetapi juga bagi Indonesia karena kita bisa menyaksikan langsung putra bangsa berlaga di panggung internasional di sirkuit kebanggaan kita sendiri,” ujar Priandhi Satria.
Sean Gelael kendarai Ferrari 296 GT3 Evo
Di kejuaraan GT World Challenge Asia 2026, Sean akan tampil bersama tim Garage 75 dengan mengendarai Ferrari 296 GT3 Evo. Tim ini bukan nama baru di ajang GT World Challenge Asia, bahkan sukses meraih gelar juara kelas Am dalam dua musim terakhir.
Menariknya, Sean akan turun sendirian dalam dua balapan berdurasi 60 menit, sebuah format yang cukup menantang dan sebelumnya juga dilakukan oleh rivalnya di kelas Silver.
Sean Gelael merupakan mantan runner-up kelas di ajang 24 Hours of Le Mans serta FIA World Endurance Championship. Saat ini, ia masih aktif berkompetisi di WEC dengan mengendarai BMW M4 GT3 Evo.
Selain itu, Sean juga telah menjajal Ferrari 296 GT3 Evo dalam Asian Le Mans Series musim 2025/2026 serta turun di GT World Europe, dengan dukungan teknis dari tim AF Corse yang juga berkolaborasi dengan Garage 75 di Asia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News