Alih-alih langsung menggunakan pesawat seperti perjalanan antarkota pada umumnya, pembalap asal Finlandia itu justru mengganti kursi mobil balap dengan sadel sepeda.
Bottas memulai perjalanan tersebut beberapa jam setelah GP Bahrain pada Minggu, 4 Oktober 2026. Ia menargetkan tiba di Singapura sebelum menjalani agenda media pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Gowes hampir enam jam dalam sehari
Perjalanan Bottas menuju Singapura tidak dilakukan sendirian. Ia ditemani pasangannya, Tiffany Cromwell, yang merupakan seorang pembalap sepeda profesional.Rute yang mereka pilih juga bukan perjalanan santai. Sebagian jalur yang dilewati berupa medan off-road dan jalan berbatu atau gravel.
Pada Senin, 5 Oktober 2026, Bottas menghabiskan hampir enam jam di atas sepeda. Dalam tahap kedua perjalanannya, ia berhasil menempuh jarak 161,91 kilometer.
Perjalanan lintas negara tersebut menjadi tantangan fisik tersendiri sebelum Bottas kembali menghadapi persaingan Formula 1 di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay.
Bottas memang gemar bersepeda
Kegemaran Bottas terhadap sepeda bukan hal baru. Pembalap berusia 37 tahun itu juga aktif mengikuti berbagai kegiatan balap sepeda, khususnya kategori gravel.Saat jeda musim panas Formula 1, Bottas bahkan berhasil mendapatkan tiket menuju Kejuaraan Dunia Gravel setelah finis di posisi kelima dalam kelompok usianya pada ajang kualifikasi di Republik Ceko.
Namun, ia tidak dapat mengikuti kejuaraan tersebut karena jadwalnya bertepatan dengan GP Singapura.
Bottas juga terlibat dalam ajang FNLD GRVL di Finlandia. Ketika GP Emilia Romagna dibatalkan pada 2023 akibat banjir, ia bahkan memanfaatkan waktunya untuk mengikuti balapan gravel di Skotlandia.
Bersepeda setelah hasil mengecewakan di GP Bahrain
Perjalanan menuju Singapura dilakukan setelah Bottas mengalami hasil kurang baik di GP Bahrain yang berlangsung di Sepang.Ia gagal menyelesaikan balapan setelah mobilnya melintir di lintasan. Hasil tersebut menambah catatan sulit Bottas bersama Cadillac pada musim 2026.
Setelah meninggalkan lintasan balap, Bottas kini menghadapi tantangan berbeda dengan menempuh ratusan kilometer menggunakan sepeda sebelum kembali ke kokpit Formula 1 di GP Singapura.
(Ellen Octovia Suherman)