Chris mengatakan bahwa lesunya kompetisi tinju diakibatkan minimnya dukungan dan perhatian dari pemerintah, swasta dan juga media terhadap perkembangan dunia tinju. Sehingga berdampak pada semakin sedikitnya regenerasi atlet di cabang olahraga tersebut.
Salah satunya apa yang dialami Geisler AP, petinju asal Papua yang saat ini tengah kesulitan mendapatkan bantuan untuk menunjang kariernya. Oleh karenanya, Chris membuat yayasan yang berfokus pada pembinaan dan pengembangan petinju-petinju nasional. Dengan harapan, bisa kembali menyemarakkan dunia tinju nasional yang tengah lesu.
Baca: Petinju Papua Geisler AP Siap Go Internasional
"Kondisi per-tinju-an kita saat ini baik di profesional maupun amatir sepertinya sedang mati suri. Sangat lesu sekali. Banyak yang sudah mengeluh jarang sekali ada pertandingan," imbuhnya," kata Chris John di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jum'at 15 Maret 2019.
"Tinju sempat marak karena ada pertandingan reguler atau event di TV. Itu sangat membantu sekali para petinju profesional kita untuk mengembangkan prestasi mereka dan itu juga salah satu yang membuat saya sedih bahwa saat ini sudah tidak ada acara-acara tinju itu. Sekarang susah gitu," ujar dia.
"Promotor sendiri agak kesulitan untuk menggandeng sponsor untuk membuat event itu. Tapi saat ini kita terus berpikir dan berjuang," lanjut dia.
Baca juga: Usia Tak Surutkan Ambisi Geisler AP Rebut Sabuk WBC Asia Pasifik
"Akhirnya saya berpikir untuk bisa membantu teman-teman yaitu dengan membentuk Yayasan Tinju Indonesia yang tujuannya untuk membina petinju muda Indonesia untuk diarahkan." pungkasnya.
Yayasan Tinju Indonesia arahan Chris John sudah mulai bergerak di Surabaya. Sebanyak 15 atlet muda sudah dalam binaannya. Rencananya yayasan tinju Chris John ini juga akan dikembangkan ke beberapa kota di Indonesia. Diharapkan upayanya ini berdampak baik kepada wajah tinju nasional.
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
Video: ?Taktik Indra Sjafri Terbangkan Garuda Muda
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News