Laga yang sejak awal diprediksi berlangsung ketat mempertemukan dua tim dengan rekor pertemuan yang kompetitif musim ini. Menghadapi tim yang sebelumnya telah mengalahkan JPE dua kali pada fase reguler, tampil dengan pendekatan taktis yang disiplin, menekan sejak servis pertama, serta menjaga kualitas transisi dari defense ke offense secara konsisten.
Chef de Mission Jakarta Pertamina Enduro, Werry Prayogi, menyebut kemenangan ini sebagai refleksi kesiapan tim dalam menghadapi tekanan pertandingan besar. “Pertandingan ini bukan hanya soal poin klasemen, tetapi juga tentang respons tim terhadap tekanan dan ekspektasi publik. Anak-anak menunjukkan kedewasaan bermain, terutama dalam mengelola momentum dan menjaga stabilitas performa di setiap set. Ini menjadi modal penting menuju fase Grand Final,” ujar Werry.
Baca juga: Rekor Dunia Tak Cukup? Atlet Angkat Berat I Gede Wahyu Surya Gagal ke Kejuaraan Dunia Gara-Gara Urusan Izin!
Secara teknis, JPE mampu memperbaiki pertahanan, receive, blok dan dig. Variasi distribusi bola serta efisiensi penyelesaian akhir menjadi pembeda pada momen-momen krusial, khususnya saat reli panjang dan situasi poin kritis di penghujung set. Kontribusi poin yang konsisten dari Irina Voronkova, Wilma Salas, dan Megawati Hangestri berhasil menjaga tekanan serangan tim.Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karslioglu, menilai kemenangan ini lahir dari eksekusi game plan yang berjalan sesuai skema. “Kami mempersiapkan pertandingan ini dengan detail, terutama membaca pola serangan dan rotasi lawan. Kami sempat mendapatkan 5 poin dari service ace. Ini cukup menekan sehingga mereka kesulitan membangun serangan. Selain itu, decision making di poin-poin akhir berjalan disiplin. Ini pertandingan dengan intensitas tinggi, dan tim mampu menjaga fokus hingga akhir,” jelas Bulent.
Sementara kapten Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya Putri, menilai kemenangan atas Gresik Phonska menjadi bukti perkembangan tim. “Pertandingan ini sangat menuntut secara mental dan taktikal. Kami tahu rekor match sebelumnya bagaimana, jadi kami lebih banyak belajar dari evaluasi berbasis statistik untuk membaca kecenderungan serangan dan pertahanan mereka, sehingga bisa lebih siap dalam situasi rally panjang maupun poin-poin krusial,” ujar Tisya.
Selanjutnya JPE akan mengawali putaran ke-2 Final Four dengan kembali menghadapi Jakarta Electric PLN Mobile pada 12 April 2026. Pada laga ini konsistensi teknik dan ketahanan mental akan diuji dalam perebutan tiket ke babak Grand Final.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News