Ilustrasi: Foto Istimewa
Ilustrasi: Foto Istimewa

Penduduk Tokyo Khawatir Olimpiade Jadi Pembawa Virus Mutasi Baru

Olahraga olah raga olimpiade 2016
rizkiyanuardi • 08 Januari 2021 21:16
Jakarta: Setelah Tokyo menerapkan keadaan darurat karena pandemi Covid-19 untuk kedua kalinya, Jumat 8 Januari 2021, banyak penduduk kota tersebut merasa berat dan bahkan mustahil bisa menggelar Olimpiade 2021 dengan aman.
 
Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC), Maret tahun lalu, sudah memutuskan menunda Olimpiade Tokyo selama satu tahun akibat pandemi virus korona baru.
 
Ajang sport multievent global empat tahunan itu dijadwalkan digelar sekitar 200 hari lagi, mulai 23 Juli sampai 8 Agustus nanti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menegaskan tekadnya untuk tetap menggelar Olimpiade ini.
 
Namun begitu jajak pendapat yang diadakan stasiun televisi NHK bulan lalu menunjukkan, sepertiga penduduk negara itu ingin Olimpiade dibatalkan karena khawatir banjirnya orang asing ke negaranya saat perhelatan digelar bisa kian menaikkan kasus infeksi Covid-19.
 
Dalam jajak pendapat yang sama, 31 persen responden mendukung penundaan lagi, sedangkan 27 persen lainnya menyatakan Olimpiade harus diselenggarakan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.
 
"Saya kira sulit. Mustahil menggelar Olimpiade," kata Tatsuhiko Akamasu, warga berusia 75 tahun, yang Jumat ini mengunjungi Tokyo dari Saitama.
 
"Tinggal dua setengah bulan lagi pawai obor Olimpiade. Saya kira kami tidak akan bisa mengendalikan virus selama periode ini."
 
Pawai obor Olimpiade yang biasanya menandai hitung mundur Olimpiade akan dimulai di Fukushima pada 25 Maret.
 
"Saya kira lebih mungkin kami tidak akan bisa mengadakan Olimpiade dan pada beberapa hal saya lebih memilih pemerintah membuat keputusan untuk membatalkannya," kata Hisashi Miyabe, 74 tahun, seperti dilaporkan Reuters, dirilis Antaranews.com.
 
Sekitar 15.000 atlet dari seluruh dunia diperkirakan datang ke Tokyo demi Olimpiade ini dan ini membuat mereka khawatir atlet-atlet itu membawa virus mutasi baru ke Jepang.
 
"Saya kira interaksi antarmanusia akan membuat semakin cepat menyebarnya virus korona, dan kemungkinan besar virus bisa bermutasi jika jumlah infeksi bertambah. Saya merasa itu agak mengerikan," kata mahasiswa berusia 23 tahun, Yuki Furusho.
 
Video: Karena Ini Sponsor Utama Persipura Menarik Diri

 
(RIZ)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif