Pesilat Abdul Malik (biru) saat mengalahkan pesilat Malaysia M Faizul Nasir (merah)-(INASGOC)
Pesilat Abdul Malik (biru) saat mengalahkan pesilat Malaysia M Faizul Nasir (merah)-(INASGOC)

Pesilat Abdul Malik Kalahkan Jawara SEA Games 2017

Olahraga olahraga pencak silat
Monica Felicitas Gracia V • 13 Februari 2018 15:45
Jakarta: Kans meraih medali emas juga terbuka lebar bagi pesilat Indonesia di kelas B 50-55 kilogram. Pesilat Abdul Malik sukses mengalahkan pesilat Malaysia yang juga jawara SEA Games 2017, M Faizul Nasir di partai semifinal dengan skor 4-1.
 
Kemenangan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Malik. Pasalnya event ini merupakan debut dirinya di ajang multi event internasional.
 
Pelatih Kepala Timnas Pencak Silat Indonesia Roni Syaifullah mengatakan, dirinya mengapresiasi hasil pertandingan Malik dengan memenangkan pertandingan sesuai skenario pelatih.

Baca juga: Raih Medali Emas, Timnas Basket Tetap Dievaluasi

"Secara mentalitas memang butuh jam terbang yang tinggi. Namun, hasil ini menjadi tambahan modal untuk Asian Games Agustus mendatang," ujar Roni kepada Medcom.id.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Roni menambahkan, selain mengasah teknik dan fisik, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) kerap mengasah mentalitas atletnya. Dikatakan Roni, Pencak Silat merupakan olahraga bukan terukur. Hal tersebut tergantung kondisi atlet saat pertandingan, bukan dari label prestasi yang pernah diraihnya.
 
"Tidak ada masalah lawan mempunyai label juara dunia. Tapi untuk kompetisi berikutnya kalian harus lebih kuat dan menang, itu yang saya terapkan kepada anak-anak," jelas Roni.

Baca juga: Bulu Tangkis Malaysia Digemparkan Kasus Pengaturan Skor

Menghadapi partai final, Kamis lusa, Malik akan berhadapan dengan pesilat Filipina Dumaan Dines. Hari ini, Dumaan berhasil mengalahkan pesilat Thailand Monta Patiwat dengan skor 5-0 dalam partai semifinal.
 
"'Mudah-mudahan Abdul Malik membuat kejutan lagi. Karena kami juga mempelajari lawan dari rekaman pertandingan mereka, jauh-jauh hari dan kami simulasikan dalam latihan," kata Roni.
 
"Mereka besok harus konsentrasi penuh teknik, taktik dan mental," imbuh Roni.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
 
Video: IAAF Nilai Venue Lompat Jauh & Lompat Jungkit GBK Tak Layak

 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi