Aktivitas Snorkeling. (Foto: Dok. Medcom.id/Fitra Iskandar)
Aktivitas Snorkeling. (Foto: Dok. Medcom.id/Fitra Iskandar)

Jangan Salah! Simak Perbedaan Diving dan Snorkeling

Medcom, Friko Simanjuntak • 29 April 2024 13:36
Jakarta: Sama-sama merupakan olahraga yang dilakukan di bawah laut, Diving dan Snorkeling sering disamakan. Namun, ternyata, kedua olahraga tersebut berbeda.
 
Penjelasan Singkat Diving dan Snorkeling
 
Diving adalah adalah kegiatan olahraga bawah air yang bisa dilakukan dengan atau tanpa alat pembantu. Selain untuk olahraga, aktivitas ini juga biasanya dilakukan untuk penelitian atau rekreasi dengan melihat pemandangan bawah laut.

Snorkeling salah satu cara untuk menikmati keindahan bawah laut dari permukaan tanpa perlu menyelam terlalu dalam. Saat melakukan kegiatan ini, hanya disarankan untuk menyelam dalam rentang kedalaman 1-3 meter.
 
Perbedaan Diving dan Snorkeling
 
1. Jarak dan Durasi
 
Kedalaman menyelam di diving lebih dalam karena bisa hingga ke dalam laut. Namun, untuk snorkeling, peserta hanya berada di permukaan laut dengan alat bantuan pernapasan.
 
2. Alat Pernapasan
 
Kedua olahraga ini menggunakan alat bantu pernapasan. Bedanya, scubadiving menggunakan tabung oksiden dan regulator, sedangkan snorkeling hanya menggunakan alat pernapasan yang digunakan di mulut atau disebut dengan snorkel.
 
3. Peralatan
 
Scubadiving menempatkan peserta ke dalam lautan yang luas sehingga memerlukan peralatan yang lebih rumit dibandingkan dengan snorkeling. Peserta scubadiving harus menggunakan kacamata, tabung oksigen, regulator, pemberat, dan jaket pengatur daya mengapung. Sementara itu, snorkeling hanya membutuhkan kacamata, snorkel, finns, dan jaket pelampung bagi yang tidak bisa mengapung.
 
4. Kemampuan Berenang yang Dibutuhkan
 
Jarak dan durasi penyelaman di laut dapat memengaruhi kebutuhan kemampuan berenang seseorang. Dalam scuba diving, penyelam disarankan memiliki kemampuan dasar berenang, namun beberapa program diving juga menerima pemula yang belum memiliki pengalaman berenang sama sekali. Pada dasarnya, kemampuan berenang yang baik sangat dianjurkan untuk keamanan dan kenyamanan saat melakukan scuba diving.
 
Sementara itu, untuk snorkeling, memiliki kemampuan berenang yang baik adalah suatu keharusan karena snorkeling dilakukan di permukaan air, kemampuan berenang yang memadai sangat penting untuk memastikan keselamatan diri, terutama jika terjadi perubahan cuaca atau arus yang tidak terduga.
 
5. Teknik Pernapasan
 
Snorkeling dan scubadiving memiliki perbedaan dalam teknik pernapasannya. Pada snorkeling, peserta bernapas melalui mulut saat wajahnya menghadap ke bawah. Hal ini karena selang snorkel yang terhubung dengan mulut dan berada di permukaan air. Selama snorkeling, hidung biasanya tertutup oleh kacamata snorkel. Namun, saat mencoba menyelam, peserta snorkeling harus menahan napas dan hanya bernapas saat kembali ke permukaan, karena selang snorkel akan terendam air sepenuhnya saat digunakan untuk menyelam.
 
Sementara itu, dalam scubadiving, menahan napas sangat tidak disarankan karena dapat membahayakan. Penyelam dalam scubadiving dapat bernapas seperti biasa karena dilengkapi dengan peralatan yang memadai, seperti tabung oksigen dan regulator, yang memungkinkan mereka untuk bernapas secara mandiri di bawah air. Dengan demikian, teknik pernapasan dalam scuba diving lebih bebas dan nyaman dibandingkan dengan snorkeling.
 
Baca juga: Mengenal Olahraga Atletik: Pengertian, Manfaat Beserta Cabang-cabangnya
 
Tips atau Persiapan yang Dilakukan Sebelum Diving atau Snorkeling
 
1. Sertifikat Diving
 
Untuk melakukan olahraga diving, memiliki sertifikat menyelam sangat penting. Saat ini, terdapat banyak organisasi atau klub selam yang menyelenggarakan pelatihan diving. Setelah mengikuti pelatihan tersebut kalian akan memperoleh sertifikat atau izin menyelam dari organisasi tersebut.
 
Jika belum memiliki sertifikat, sebaiknya sewa instruktur khusus atau yang biasa disebut dengan dive guide agar bisa mendampingi dan meminamilsasi kecelakaan.
 
2. Kondisi Fisik Prima
 
Lingkungan bawah laut memiliki perbedaan dengan daratan. Oleh sebab itu, penyelam wajib memiliki tenaga ekstra ketika berada di dalam air. Jadi, sebelum melakukan penyelaman, pastikan kondisi tubuh sedang di dalam keadaan yang fit.
 
3. Gunakan Peralatan Lengkap
 
Kondisi bawah laut dengan daratan cukup berbeda dan dibutuhkan berbagai alat untuk menunjang penyelam ketika di bawah laut. Oleh sebab itu, mempersiapkan peralatan secara lengkap adalah hal yang diwajibkan.
 
4. Jangan Sendirian
 
Untuk mengurangi kecelakaan di bawah laut. Seperti kram kaki, disfungsi peralatan menyelam secara mendadak, dan kecelakaan lainnya, penyelam disarankan untuk membawa teman ketika melakukan aktivitas di bawah laut ini.
 
5. Bertanggung Jawab
 
Menjaga alam bawah laut tetap lestari, alami, dan bersih adalah tanggung jawab bersama bagi setiap penyelam. Saat menyelam, sangat penting untuk berhati-hati dengan penggunaan fins atau kaki katak, agar tidak merusak terumbu karang atau lingkungan laut lainnya.
 
Selain itu, hindari mengganggu atau mengusik biota atau satwa laut seperti terumbu karang, ikan, bintang laut, atau penyu. Kita harus menghargai keberadaan mereka dengan tidak mengganggu habitat atau perilaku alamiahnya, sama seperti kita menghargai individu lain di lingkungan kita.
 
Jika kita menemukan sampah di dasar laut, sangat dianjurkan untuk mengambilnya dan membuangnya ke tempat sampah yang sesuai setelah selesai menyelam. Dengan melakukan tindakan kecil ini, kita dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bawah laut untuk generasi mendatang. (Jennifer Carorine Gouw)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan