Kontingen para-tenis meja Indonesia berfoto bersama setelah mengakhiri kejuaraan pro tour Yunani ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022 dengan perolehan tiga medali emas dan enam perak di Pulau Kefallinia, Yunani, Minggu (2/10/2022). (Antara/HO-NPC Indonesia
Kontingen para-tenis meja Indonesia berfoto bersama setelah mengakhiri kejuaraan pro tour Yunani ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022 dengan perolehan tiga medali emas dan enam perak di Pulau Kefallinia, Yunani, Minggu (2/10/2022). (Antara/HO-NPC Indonesia

Luar Biasa! Para-Tenis Meja Indonesia Sabet Tiga Emas di Yunani

Alfa Mandalika • 04 Oktober 2022 11:00
Jakarta: Kontingen para-tenis meja Indonesia meraih tiga medali emas dalam ajang pro tour Yunani bertajuk ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022 pada 24 September sampai 2 Oktober 2022 di Pulau Kefallinia, Yunani.
 
Tiga medali emas untuk Indonesia tersebut dipersembahkan oleh David Jacobs pada nomor tunggal putra TT 10, Shella Dwi/ Komet Akbar pada sektor ganda campuran XD20, dan Adyos Astan/Yayan Gunaya pada ganda putra MD8.
 
"Saya senang bercampur capek karena harus menempuh perjalanan sangat jauh ke Yunani. Secara hasil kami cukup puas tetap harus tetap berlatih untuk meningkatkan teknik dan stamina karena lawan-lawan juga semakin bagus," ujar peraih emas Adyos Astan dalam siaran pers Komite Paralimpik Nasional (NPC) Indonesia di Jakarta, Selasa 4 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sangat banyak pemain muda berkualitas di sini," ujarnya menambahkan.
 
Kehadiran sejumlah pemain muda berbakat di sejumlah nomor juga dirasakan oleh David Jacobs.
 
"Kejuaraan ini sangat penting untuk mengumpulkan poin ke Paralimpiade Paris 2022. Persaingan di Yunani untuk kelas saya banyak pemain muda yang baru dan menunjukkan perkembangan. Saya harus memperbaiki kekurangan khususnya di nomor ganda campuran," sambung David.
 
Kejuaraan di Yunani tersebut merupakan salah satu ajang kualifikasi untuk mencari poin guna lolos ke Paralimpiade Paris 2024.
 
Selain meraih emas, kontingen Merah Putih juga mendapat enam perak melalui Komet Akbar pada tunggal putra TT10, Suwarti (tunggal putri TT8), David Jacobs/Hana Resti (ganda campuran XD20), Sefrianto/Tarsilem (ganda campuran XD7), Hana Resti/Shella Dwi (ganda putri WD20), dan Sefrianto yang berpasangan dengan pemain Korea Selatan, Park Jung Son pada ganda putra MD4.
 
Sementara itu, pelatih para-tenis meja Indonesia Bayu Widhie Hapsara mengatakan hasil yang diraih timnya cukup membanggakan namun pada saat bersamaan dia juga mengakui kehadiran sejumlah pemain muda berbakat dalam kejuaraan yang diikuti oleh 26 negara itu akan menjadi ancaman bagi tenis meja Indonesia di masa mendatang.
 
"Menurut saya regenerasi atlet para-tenis meja kita sedikit terlambat, terutama di nomor kursi roda. Kami sangat susah untuk mencari regenerasinya," jelas Bayu.
 
Setelah mengikuti kejuaraan di Yunani, timnas para-tenis meja Indonesia selanjutnya akan mengikuti kejuaraan dunia di Spanyol pada November mendatang. Rencananya Indonesia akan mengirimkan tiga atlet, yakni David Jacobs, Suwarti dan Hana Resti. (Ant)
 
(ASM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif