Eko berjuang di kelas 61 kilogram putra. Ia membuat total angkatan 317kg, dari sebelumnya dengan entry 313kg dengan rincian 143kg angkatan snatch dan 174kg angkatan clean & jerk.
Total angkatan 317kg milik Eko menjadi yang terbaik untuk meraih medali emas. Sementara medali perak dan perunggu diraih duo lifter Tiongkok, Li Fabin dengan 310kg dan ketiga Quin Fulin dengan 308kg.
Rekor yang dipecahkan Eko adalah untuk angkatan clean & jerk dengan 174kg. Eko beruntung bisa memecahkan rekor dengan angka tersebut, menyusul kegagalan lifter-lifter sebelumnya yang memegang nilai saingan terberat.
"Awalnya kita ajukan angkatan 177kg untuk clean and jerk untuk mengelabui China. Tapi, ketika China dan Kolombia gagal di angkatan 172kg akhirnya tim pelatih putuskan menjadi 174 kg," kata Manajer Tim, Sony Kasiran, lewat keterangan resmi PB PABBSI.
Di kancah kejuaraan dunia, Eko memang sering meraih medali-medali, termasuk dua perunggu dan satu perak Olympics. Namun, medali emas di kejuaraan dunia Turkmenistan ini menjadi yang pertama kali untuk lifter berusia 29 tahun tersebut. (ANT)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News