Pada Jumat, 9 Agustus 2024, dini hari, Rizki Juniansyah berhasil meraih emas di cabang olahraga angkat besi kelas 73 kilogram Olimpiade Paris 2024. Ini menjadi emas kedua bagi Indonesia, setelah emas pertama diraih oleh atlet panjat tebing Veddriq Leonardo.
Rizki juga menjadi lifter Indonesia pertama yang meraih emas di ajang ini. Sebelumnya Lisa Rumbewas meraih medali perak di Olimpiade Sydney 2000, Triyatno medali Perak di Olimpiade London 2012, dan Eko Yuli Irawan juga medali Perak Olimpiade Brasil 2016.
Angkat besi sendiri adalah olahraga yang membutuhkan kekuatan, konsentrasi, ketahanan, keseimbangan, teknik, mental, kemampuan, hingga kedisiplinan. Olahraga ini dibagi menjadi dua kategori yaitu putra dan putri, dengan angkatan beban berbeda tiap kategorinya.
| Baca juga: Profil Rizki Juniansyah: Lifter Peraih Emas dan Pemecah Rekor Olimpiade |
Sejarah Olahraga Angkat Besi
Dilansir dari laman Dispora Kota Palembang, Mesir digadang-gadang merupakan negara lahirnya olahraga angkat beban. Namun, objek beban yang digunakan pada saat itu hanyalah karung pasir. Olahraga ini kemudian menyebar ke Roma dan Yunani.Sementara di China, angkat besi digambarkan sebagai olahraga para prajurit. Pasalnya olahraga ini menjadikan kekuatan fisik sebagai hal utama yang harus dimiliki. Sehingga dibuatlah latihan yang dapat meningkatkan kekuatan serta kecepatan agar siap berperang.
Olahraga angkat besi diperkirakan baru dijadikan kompetisi pertama kali pada tahun 1891. Saat itu, kejuaraan angkat besi dunia pertama digelar dan diikuti oleh enam peserta dari negara-negara Eropa Tengah dan Amerika Serikat.
Pada 1986, angkat besi menjadi salah satu cabang olahraga yang diperlombakan dalam ajang olimpiade modern pertama, yakni di Athena. Namun, hanya atlet pria yang diizinkan berpartisipasi. Barulah di Olimpiade Sydney 2000,atlet wanita bisa ikut berlomba.
Pada 1905, International Weightlifting Federation (IWF) berdiri sebagai induk organisasi internasional olahraga angkat besi. IWF yang berpusat di Budapest, Hungaria ini telah diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Sedangkan di Indonesia, badan yang menaungi olahraga angkat besi adalah Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI).
| Baca juga: Mengenal 2 Jenis Angkatan di Cabor Angkat Besi Olimpiade Paris |
Jenis-Jenis Angkat Besi

Ilustrasi olahraga angkat besi. Foto: Pixabay
Ada dua jenis angkatan dalam olahraga angkat besi, yaitu snatch dan clean and jerk. Berikut penjelasan dan perbedaannya:
Snatch
Snatch adalah jenis angkatan langsung tanpa jeda, atau pengangkatan beban yang terkontrol dan seimbang dari lantai ke posisi di atas kepala dalam satu gerakan. Cara melakukan snatch:- Pastikan beban atau barbel berada di lantai dan atlet berada di belakangnya.
- Buka kaki selebar bahu dan posisikan tubuh seperti jongkok.
- Cengkeram bagian pegangan barbel.
- Pinggang didorong tegak agak ke atas dan busungkan dada ke depan.
- Mulai berdiri dengan posisi tangan tetap memegang barbel.
- Lakukan gerakan tiba-tiba atau ledakan saat mengangkat barbel dan sudah berada di lutut.
- Angkat barbel hingga melewati atas kepala.
- Pastikan kedua tangan lurus ke atas
Clean and Jerk
Atlet harus mengangkat beban dari lantai tanpa boleh menekuk lutut sampai kedua tangan mengangkat beban lurus di atas kepala. Dilakukan dengan posisi berdiri sempurna beberapa detik, sampai juri membunyikan bel tanda angkatan sah.Cara melakukan angkatan clean and jerk:
- Posisi barbel di lantai dan atlet berada di belakangnya.
- Buka kaki selebar bahu.
- Posisikan tubuh seperti jongkok.
- Pegang bagian tongkat barbel.
- Dorong pinggang dengan tegak ke atas dan busungkan dada.
- Angkat barbel hingga dada.
- Angkat kembali barbel hingga melewati kepala dengan melakukan lompatan kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News