Berdasarkan klasemen resmi penyelenggara, Indonesia berada satu tingkat di atas Malaysia yang menempati peringkat ke-10 dengan tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Sementara itu, Kazakhstan berada di posisi kedelapan dengan lima emas, enam perak, dan 10 perunggu.
Tiongkok masih memimpin klasemen dengan koleksi 70 emas, 44 perak, dan 35 perunggu. Uzbekistan menempati posisi kedua, disusul Jepang di peringkat ketiga.
Pada Selasa, sejumlah atlet Indonesia turut mencuri perhatian lewat raihan medali emas. Muhammad Fadli Imammuddin, I Kadek Dwi Purwana Yasa, dan Maulana Rifky Yavianda menjadi penyumbang emas dari cabang para balap sepeda, para atletik, dan para renang.
Fadli, Kadek, dan Rifky Sumbang Emas
Muhammad Fadli Imammuddin mempersembahkan medali emas dari nomor individual pursuit klasifikasi C4 putra pada cabang para balap sepeda. Ia mencatat waktu 4 menit 50,169 detik sekaligus memecahkan rekor pertandingan.
Keberhasilan tersebut melanjutkan catatan prestasi Fadli di Asian Para Games. Ia sebelumnya juga meraih emas pada edisi 2018 dan 2022.
Baca juga: Muhammad Fadli Pecahkan Rekor, Indonesia Raih Emas Ketiga di Asian Para Games 2026
Emas berikutnya diraih I Kadek Dwi Purwana Yasa pada nomor lempar cakram putra klasifikasi F57. Atlet asal Bali itu mencatat lemparan sejauh 49,75 meter, sekaligus memecahkan rekor dunia yang sebelumnya tercatat atas namanya sendiri.
Dari cabang para renang, Maulana Rifky Yavianda kembali berjaya. Ia memenangi nomor 100 meter gaya punggung putra klasifikasi S12 dengan catatan waktu 1 menit 3,07 detik.
Rifky juga membukukan rekor Asia melalui penampilan tersebut. Emas ini menjadi yang kedua baginya di Asian Para Games 2026 setelah sebelumnya menjuarai nomor 100 meter gaya bebas putra S12.
Daftar Peraih Medali Indonesia Lainnya
Selain emas, atlet Indonesia juga menyumbangkan medali perak dan perunggu melalui sejumlah cabang olahraga.
Lia Priyanti meraih perak pada nomor lempar cakram putri klasifikasi F43/F44/F62/F64 dengan lemparan sejauh 30,41 meter.
Dari cabang para atletik, Nanda Mei Sholihah menyumbangkan perunggu nomor lari 200 meter putri T47. Ia mencatat waktu 25,93 detik untuk finis di posisi ketiga.
Medali perunggu juga datang dari cabang para judo melalui Fajar Pambudi. Ia meraih podium di kelas J1 -95 kilogram putra setelah mengalahkan wakil Mongolia, Ganbat Dashtseren, melalui ippon dalam waktu 32 detik.
Sementara itu, Barce Labaya dan Komet Akbar masing-masing meraih perunggu para tenis meja nomor tunggal putra. Barce tampil di kelas 4-5, sedangkan Komet berkompetisi di kelas 10. Keduanya mendapatkan medali setelah mencapai semifinal.
Adapun Junaedi menyumbangkan perak dari cabang para judo kelas J1 -70 kilogram putra. Ia kalah dari Zhu Shiwen asal Tiongkok pada pertandingan final yang berlangsung sehari sebelumnya.
Klasemen Sementara Medali Asian Para Games 2026
Berikut daftar 10 besar klasemen sementara perolehan medali Asian Para Games 2026 berdasarkan situs resmi penyelenggara pada Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 21.30 WIB.
| Peringkat | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Total |
| 1 | Tiongkok | 70 | 44 | 35 | 149 |
| 2 | Uzbekistan | 17 | 21 | 18 | 56 |
| 3 | Jepang | 16 | 20 | 27 | 63 |
| 4 | Korea Selatan | 12 | 9 | 13 | 34 |
| 5 | Iran | 10 | 12 | 16 | 38 |
| 6 | India | 9 | 11 | 15 | 35 |
| 7 | Thailand | 8 | 11 | 22 | 41 |
| 8 | Kazakhstan | 5 | 6 | 10 | 21 |
| 9 | Indonesia | 4 | 4 | 17 | 25 |
| 10 | Malaysia | 3 | 3 | 3 | 9 |
Indonesia Masih Memburu Target Tujuh Emas
Indonesia menargetkan tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu pada Asian Para Games 2026. Dengan koleksi empat emas, Merah Putih masih membutuhkan tiga emas untuk mencapai target tersebut.
Pertandingan masih berlangsung hingga 24 Oktober. Indonesia berpeluang menambah koleksi medali sekaligus memperbaiki posisi di klasemen akhir. Hasil yang diraih para atlet pada pertandingan berikutnya akan menentukan sejauh mana kontingen Merah Putih dapat memenuhi targetnya.