Tim asuhan pelatih Brian Rowsom menang dengan skor 73-62 dari wakil Malaysia tersebut. Kemenangan yang berhasil mengkunci babak selanjutnya, meski masih harus melakoni tiga pertandingan tersisa di regular season.
Kemenangan CLS tidak terlepas dari penampilan apik pertahanan yang mereka galang. Sejak dua kuarter awal, para pemain tuan rumah tampil meyakinkan dan langsung unggul 18-15 serta 39-31.
Maxie Esho kerap mempertontonkan keahliannya dalam mencetak angka. Hingga dua kuarter awal, ia sudah mencetak 16 poin dan enam rebound. Sedangkan rekannya Wong Wei Long yang bertindak sebagai kapten tim juga turut memberikan sumbangsih delapan poin.
Di kuarter ketiga, CLS kembali bermain superior. Bahkan gemuruh suporter tuan rumah menggelegar pada pertengahan kuarter ketiga, saat satu umpan tanpa melihat dari belakang yang di lepaskan Douglas Herring Jr ke arah Darryl Watkins berbuah poin.
Tidak berhenti di sini saja, Herring yang bertindak sebagai pengatur permainan timnya, kembali mengirimkan satu assist-nya lagi. Kali ini ia tujukan untuk Maxie Esho yang dapat dieksekusi dengan baik lewat tembakan tiga angka yang mematikan, dan menutup kuarter ketiga kembali untuk keunggulan CLS 57-52.
Tanda-tanda kemenangan tuan rumah semakin terlihat di kuarter keempat. Diiringi lima kali foul yang didapatkan center lawan, Nnanna Egwu, yang membuat para pemain tuan rumah semakin perkasa untuk menyudahi lawannya.
Bermain 40 menit penuh, Maxie Esho akhirnya kembali mencatatkan dirinya sebagai topskor CLS dengan torehan 24 poin, delapan rebound, dua assist dan satu steal. Wong Wei Long mengikuti di posisi kedua dengan 14 angka, dua assist dan dua rebound.
Darryl Watkins turut menyumbang 13 angka dan sembilan rebound. Sementara dua pemain inti lainnya yakni Brandon Jawato dan Douglas Herring Jr sama-sama mengemas 11 angka tambahan untuk kemenangan timnya.
Dari kubu lawan, Chris Eversley menjadi pencetak poin terbanyak untuk Westports dengan 20 angka. Disusul dua pemain yang sama-sama mengemas 12 poin yakni Liang Chuan Yek dan Winston Shepard.
Dalam catatan statistik pada game ini, tuan rumah unggul dalam mencetak poin dari kesalahan yang dibuat lawannya yakni 20 angka, dan dari second chance points 13 berbanding delapan angka. Mereka hanya kalah dalam urusan mencetak angka dari serangan cepat (Westports Malaysia Dragons 13, CLS Knights 10).
Christopher Tanuwidjaja selaku Managing Partner BTN CLS Knights Indonesia, mengaku bangga dengan pencapaian ini. Namun ia berharap timnya tidak puas menatap tiga pertandingan sisa dan jelang playoffs mendatang.
"Welcome to playoffs, ini sejarah buat kami, di tahun kedua akhirnya BTN CLS Knights Indonesia bisa menuntaskan targetnya ke babak playoffs. Tapi saya harap mereka tidak puas diri dengan pencapaian ini, masih ada tiga pertandingan lagi dan semoga kami bisa meraih kemenangan lagi," kata Christopher.
"Pahitnya kami sudah mengunci di urutan ketujuh. Tapi bisa saja kami berada di peringkat yang lebih baik lagi, menunggu tiga game tersisa dan juga lawan lainnya pada akhir babak regular season nanti," sambungnya.
Sementara, pelatih CLS Brian Rowsom mengatakan kunci kemenangan timnya kali ini adalah kedisiplinan di sektor pertahanan. Namun, ia pun meminta anak asuhnya untuk tidak cepat puas dengan keberhasilan menembus playoffs, karena masih ada tiga pertandingan tersisa yang harus dilalui.
"We Won, defense adalah kuncinya. Hari ini saya puas dengan cara mereka melakukan defense. Kita memang sudah mengunci playoffs, tapi kita belum selesai sampai di sini. Saya mau semuanya fokus dan tiga pertandingan akhir nanti di jadikan simulasi untuk menatap babak playoffs," ujar Brian Rowsom.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News