Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menjelaskan, setiap klub pada musim 2027 hanya diperbolehkan mengontrak dua pemain asing dan keduanya dapat dimainkan dalam pertandingan. Kompetisi musim depan direncanakan mulai bergulir pada Januari 2027.
“Di IBL 2027, klub bisa mengontrak dua pemain, dua boleh bermain,” ujar Junas dalam diskusi Ekosistem Basket Indonesia yang digelar Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga) di Jakarta.
Pengurangan kuota pemain asing tersebut tidak sekadar mengubah komposisi daftar pemain atau roster klub. Kebijakan itu juga menjadi salah satu upaya IBL memperbesar peran pemain lokal dalam persaingan kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia.
Dengan berkurangnya jumlah pemain impor, pebasket lokal diharapkan memperoleh kesempatan bermain lebih luas. Tambahan menit bermain dinilai penting untuk mengembangkan kemampuan teknik, meningkatkan pengalaman bertanding, serta mengasah mental menghadapi persaingan di level tertinggi.
Kesempatan tersebut juga diharapkan mendorong klub lebih optimal dalam mengembangkan potensi pemain lokal. Dengan demikian, kompetisi domestik tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga wadah pembinaan atlet untuk memperkuat kualitas bola basket nasional.
Dukung Persiapan Timnas Basket Indonesia
Perubahan regulasi pemain asing itu juga berkaitan dengan kebutuhan Timnas Basket Indonesia yang menghadapi agenda internasional, termasuk SEA Games 2027 di Malaysia.Kualitas kompetisi domestik menjadi salah satu faktor penting dalam menyiapkan pemain yang mampu bersaing di tingkat regional. Semakin banyak kesempatan bertanding bagi pebasket lokal diharapkan dapat meningkatkan pengalaman, konsistensi, dan kesiapan mereka saat memperkuat tim nasional.
IBL menegaskan komitmennya untuk mendukung Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dalam membangun prestasi nasional. Sinergi antara operator liga dan federasi dinilai penting untuk memastikan perkembangan kompetisi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas atlet.
“Ya, kami sebagai IBL punya satu peran untuk mendukung federasi (Perbasi), dan harus kita dukung untuk menciptakan prestasi nasional yang terbaik yang diinginkan,” tegas Junas.
Melalui perubahan komposisi pemain asing pada musim 2027, IBL berharap pebasket lokal mendapatkan ruang lebih besar untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi bola basket Indonesia dalam menghadapi berbagai agenda internasional mendatang.