Pada 2026, Haornas diperingati pada Rabu, 9 September. Tahun ini menjadi peringatan ke-43 sejak Haornas ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1985.
Dengan mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, peringatan Haornas 2026 menekankan pentingnya kebugaran, kesehatan, aktivitas fisik, serta semangat berprestasi di tengah masyarakat.
Berawal dari PON I 1948
Penetapan 9 September sebagai Haornas tidak terlepas dari sejarah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON I di Solo pada 9-12 September 1948.
Kala itu, Indonesia yang baru merdeka belum menjadi anggota International Olympic Committee (IOC), atau Komite Olimpiade Internasional. Kondisi tersebut membuat atlet Indonesia tidak dapat berpartisipasi dalam Olimpiade London 1948.
Situasi tersebut mendorong para tokoh olahraga Indonesia menggagas kompetisi olahraga nasional. PON I kemudian menjadi wadah bagi atlet Tanah Air untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Penyelenggaraan PON I memiliki arti penting karena olahraga tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi. Olahraga juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan menunjukkan eksistensi Indonesia sebagai negara yang telah merdeka.
Puluhan tahun setelah PON I, pemerintah kemudian menetapkan 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional. Penetapan tersebut dilakukan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1985. Sejak saat itu, Haornas diperingati setiap tahun pada 9 September.
Peringatan Haornas kemudian berkembang menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya olahraga. Tidak hanya mengejar prestasi atlet, peringatan ini juga mendorong terbentuknya budaya olahraga di tengah masyarakat.
Makna Haornas bagi Indonesia
Haornas memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar peringatan sejarah olahraga nasional. Momentum ini menjadi pengingat bahwa aktivitas olahraga dapat berperan dalam menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain aspek kesehatan, olahraga juga memiliki kaitan erat dengan prestasi dan pembangunan ekosistem olahraga nasional. Pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, hingga perkembangan industri olahraga menjadi bagian dari perjalanan olahraga Indonesia.
Karena itu, Haornas 2026 dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali membudayakan olahraga. Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada perayaan 9 September, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
(Muhammad Zaidan Rizky)